ums.ac.id, SURAKARTA – Kantin Danau Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu (10/8) dipenuhi warna-warni kebersamaan. Sebanyak 114 peserta dari komunitas anak muda, kelompok perempuan, PKK, lintas iman, penyandang disabilitas, serta mitra JISRA seperti Imparsial dan Peace Generation Regional Surakarta, berkumpul dalam Jambore Pelajar Lingkungan dan Keberagaman, puncak rangkaian Program JISRA Eco Bhinneka Surakarta.
Suasana pagi dibuka dengan penampilan Tari Gambyong, diikuti peluncuran Buku Saku Eco Bhinneka Surakarta, penyerahan bibit pohon, serta perkenalan maskot Elo, lambang persahabatan lintas iman dan cinta lingkungan.

Direktur Eco Bhinneka, Hening Parlan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, tetapi juga menanam harapan dan toleransi.
“Lingkungan yang lestari harus berjalan beriringan dengan hubungan manusia yang rukun,” ujar Hening, Kamis (14/8).
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan peran strategis generasi muda.
“Kolaborasi lintas iman dan aksi lingkungan adalah langkah kita menuju Indonesia yang damai dan berkelanjutan.”

Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta, Bagus, menambahkan bahwa Muhammadiyah siap menjadi mitra strategis dalam memastikan semangat keberagaman dan kepedulian lingkungan menjadi gerakan berkesinambungan.
Pengurus Sederek Eco Bhinneka Surakarta juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan edukasi, aksi lingkungan, dan dialog lintas iman di berbagai wilayah.
“Program ini bukan akhir, tapi awal dari aksi bersama,” ungkap salah satu koordinatornya.
Bagi peserta, kegiatan ini menjadi ruang belajar dan perjumpaan. Siska (17), pelajar SMA sekaligus pengurus Forum OSIS Surakarta, mengaku pulang dengan wawasan dan pertemanan baru.
“Awalnya saya hanya ingin belajar soal lingkungan, tapi saya membawa banyak teman dari berbagai agama.”
Sementara Tio (30), pemuda difabel, mengaku merasa diakui.
“Keberagaman bukan hambatan, tapi kekuatan.”
Jambore ini meninggalkan dampak nyata, di antaranya memperkuat jejaring lintas iman di Surakarta, menumbuhkan kesadaran kolektif akan harmoni sosial dan kelestarian alam, serta memicu aksi lanjutan seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah kreatif. Ke depan, Sederek Eco Bhinneka memastikan pesan Tanam Damai, Panen Harmoni tetap hidup di hati warga. (Uswa/Humas)




