Kiprah Alumni UMS di Sumatera Barat, Program Jempol Sakti Tingkatkan Layanan Hipertensi

ums.ac.id, SURAKARTA – Kasus hipertensi di Desa Kolok, Sawahlunto, Sumatra Barat, menjadi perhatian serius bagi Ilham Hariyadi Rohmatulloh saat menjalani masa residensi di Puskesmas Kolok. Lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu menemukan adanya ketimpangan antara jumlah penderita hipertensi dengan sirkulasi obat yang keluar dari puskesmas.

“Dari sekitar 1.800 sasaran penderita hipertensi, hanya sekitar 18 hingga 20 persen yang rutin mengambil obat di Puskesmas Kolok. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penanganan kasus hipertensi serta tidak tercapainya target layanan kesehatan,” ungkap Ilham, Rabu, (1/4).

Ia mengungkapkan, setelah ditelusuri, terdapat berbagai faktor yang memengaruhi rendahnya angka kunjungan pasien. Di antaranya adalah keterbatasan interaksi langsung antara petugas kesehatan dan warga, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis, serta kebiasaan masyarakat yang lebih memilih pengobatan herbal.

Ilham menuturkan bahwa saat petugas kesehatan melakukan kunjungan ke rumah, kerap kali pasien tidak berada di tempat karena bekerja di sawah. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait pola aktivitas masyarakat yang jarang terjangkau layanan kesehatan formal.

“Berangkat dari permasalahan tersebut, saya bersama tim Puskesmas Kolok melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga sekaligus mengamati kebiasaan sosial masyarakat setempat. Salah satu temuan penting adalah kebiasaan berkumpul para bapak di warung pada sore hari,” ungkapnya.

Melihat peluang tersebut, timnya kemudian menyambangi warung-warung untuk melakukan sosialisasi kesehatan sekaligus pemeriksaan tekanan darah. Pendekatan itu mendapatkan respons positif dari masyarakat karena dinilai lebih dekat dan sesuai dengan aktivitas sehari-hari mereka.

Selain itu, lanjut Ilham, untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap pengobatan medis, Ilham melakukan kajian berbasis jurnal medis terkait tanaman herbal yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Salah satu yang diperkenalkan adalah daun seledri sebagai terapi pendamping.

Ia kemudian mengedukasi masyarakat untuk mengombinasikan penggunaan herbal dengan obat dari puskesmas. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga mereka mulai bersedia memeriksakan diri secara rutin.

Program inovatif tersebut diberi nama Jempol Sakti, akronim dari Jemput Bola Sasaran Kolok dengan Hipertensi. Melalui program ini, terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien yang berobat dari semula 18–20 persen menjadi sekitar 55 persen.

Keberhasilan program Jempol Sakti mengantarkan Ilham meraih Juara Pertama Tenaga Kesehatan Teladan Dokter Puskesmas tingkat Provinsi Sumatra Barat pada 2023. Ia juga berhasil melaju hingga tingkat nasional dan masuk dalam lima besar terbaik.

Di luar kiprahnya sebagai dokter, Ilham dikenal sebagai pribadi yang memiliki semangat belajar tinggi. Saat masih menempuh pendidikan di UMS, ia mengambil studi tambahan di bidang hukum di Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA), yang memperkaya perspektifnya dalam melihat persoalan kesehatan dari sisi sosial dan hukum.

Pengalaman pengabdian di berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Timur hingga Sumatra Barat, membentuk komitmennya untuk terus melayani masyarakat dengan pendekatan yang adaptif dan humanis. Ia juga tengah melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis anestesi di Universitas Andalas.

Ilham menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam setiap pengabdian kepada masyarakat serta menjaga sikap rendah hati agar dapat belajar dari kondisi lokal.

“Saya juga terus memegang nilai-nilai ajaran Muhammadiyah, termasuk pesan Ahmad Dahlan untuk menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai organisasi tanpa menggantungkan hidup sepenuhnya darinya,” pungkasnya. (Yusuf/Gede/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta