LPMB UMS Dipercaya Badan Bahasa Fasilitasi Uji Coba Tes Penempatan BIPA

ums.ac.id, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mendapat kepercayaan nasional setelah ditunjuk oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, sebagai fasilitator dalam uji coba bahan tes penempatan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, di Laboratorium Komputer LPMB UMS, pukul 09.00–11.30 WIB.

Uji coba ini melibatkan 20 mahasiswa asing dari berbagai negara, seperti Uganda, Thailand, Nigeria, Sierra Leone, Bangladesh, Papua New Guinea, Timor Leste, Kenya, Fiji, Pakistan, Rwanda, Laos, dan Madagaskar. Selain itu, hadir tujuh narasumber pengajar BIPA serta tiga fasilitator dari LPMB UMS.

Ketua LPMB UMS, Dr. Aryati Prasetyarini, M.Pd. menyampaikan bahwa penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kualitas pembelajaran BIPA di UMS.

“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi fasilitator. Ini menunjukkan bahwa UMS tidak hanya menjadi tempat belajar bagi pemelajar asing, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan standar nasional pembelajaran BIPA,” ujarnya.

Kegiatan dimulai dengan persiapan teknis, penyampaian taklimat, serta pengisian pernyataan integritas oleh para peserta. Para mahasiswa asing kemudian mengikuti tes penempatan dan mengisi angket evaluasi.

Koordinator BIPA Pusdaya, Bapak Iyus Yusuf, S.Hum. menyampaikan apresiasi terhadap dukungan UMS.

“Kerja sama ini penting untuk memastikan bahan tes penempatan BIPA benar-benar relevan dan dapat mengukur kemampuan pemelajar asing secara tepat. Respons mahasiswa UMS sangat membantu proses pengembangan kami,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok terpumpun (DKT) antara tim Badan Bahasa, narasumber UMS, dan fasilitator. Diskusi ini menghasilkan sejumlah catatan penting terkait efektivitas instrumen, tingkat kesulitan soal, dan pengalaman pemelajar selama proses pengerjaan.

Salah satu narasumber BIPA UMS, Yanuar Ihtiyarso, S.S., M.Ikom., menilai bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru terkait kebutuhan pemelajar asing.

“Melalui DKT ini kami bisa melihat langsung bagaimana pemelajar dari berbagai latar belakang merespons materi tes. Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu pengajaran BIPA di UMS,” tuturnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UMS semakin memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia bagi penutur asing di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta