Mahasiswa UMS Tawarkan Terapi Hortikultura untuk Komunitas Disabilitas Boyolali Lewat Program HealSpace

ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali rangkaian program pengabdian masyarakat melalui kegiatan “Sapa Mitra 1” bersama Komunitas Disabilitas Karya Manunggal di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal tim HealSpace UMS dalam memperkenalkan program sekaligus membangun kedekatan dengan para anggota komunitas disabilitas. Suasana hangat dan penuh keakraban tercipta selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan psikologis penyandang disabilitas mental.

“Masyarakat dengan disabilitas mental di wilayah ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan kesehatan psikologis serta keterbatasan ruang aktivitas yang adaptif. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi yang dapat membantu mereka secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Melalui program HealSpace, tim mahasiswa UMS menawarkan pendekatan terapi hortikultura yang dipadukan dengan teknologi tepat guna berupa sistem Smart-Wicking dan Vermikompos. Smart-Wicking merupakan sistem pengairan mandiri berbasis sumbu yang dirancang agar mudah digunakan oleh mitra, sementara vermikompos memanfaatkan cacing tanah untuk menghasilkan pupuk organik.

Kombinasi keduanya diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas bercocok tanam, tetapi juga memberikan manfaat terapeutik yang dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan kemandirian penyandang disabilitas.

Kegiatan Sapa Mitra 1 diikuti oleh 20 penyandang disabilitas mental dan fisik dari wilayah Kecamatan Sambi, pengelola Sanggar Komunitas Karya Manunggal, serta tim pelaksana PKM-PM HealSpace UMS.

Dalam sesi diskusi dan interaksi, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program yang akan dijalankan. Respons positif tersebut menjadi modal awal bagi tim HealSpace untuk melanjutkan tahapan program berikutnya.

Dosen pembimbing PKM-PM HealSpace UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menuturkan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi yang aplikatif.

“PKM-PM menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kelompok disabilitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, program HealSpace diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup anggota komunitas. Dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif, mahasiswa UMS berupaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif bagi penyandang disabilitas di Desa Demangan dan sekitarnya.

Selain mendapat sambutan positif dari anggota komunitas, kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, (26/5/2026) juga memperoleh apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Melalui sinergi antara mahasiswa, pengelola sanggar, pemerintah desa, dan masyarakat, program HealSpace diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan psikologis dan kemandirian warga disabilitas. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta