ums.ac.id, YOGYAKARTA — Rangkaian panjang kompetisi cabang olahraga (cabor) panahan pada ajang 1st Muhammadiyah Games 2026 resmi mencapai puncaknya. Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) dan pengalungan medali sukses digelar di Lapangan Sepak Bola Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada Minggu (17/5/2026).
Ajang perdana ini tidak hanya sukses dari segi kompetisi, tetapi juga memicu optimisme besar untuk membawa olahraga panahan persyarikatan menuju pentas dunia. Ketua Umum Pimpinan Panahan Muhammadiyah, Dr. Maezi Muhammadi Zee, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah awal dari cetak biru (grand design) pembinaan yang lebih masif.

Dorong Pembentukan PWM PanahMU se-Indonesia
Dr. Maezi menaruh harapan tinggi agar euforia Muhammadiyah Games 2026 menjadi pemantik bagi konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Ia mendorong pembentukan struktur kepengurusan yang merata di tingkat wilayah guna memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi pemicu terbentuknya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) khusus urusan Panahan di seluruh Indonesia. Kehadiran struktur wilayah yang merata sangat dibutuhkan agar kegiatan pembinaan PanahMU di internal persyarikatan dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan,” tegas Dr. Maezi.
Melalui perluasan struktur ini, pembinaan atlet dari tingkat akar rumput—mulai dari usia dini, Panahan Standar nasional SMP, hingga tingkat perguruan tinggi—diharapkan dapat terakomodasi dengan baik sesuai dengan spirit dakwah Muhammadiyah.
Potensi Atlet Menembus Pentas Dunia
Optimisme serupa juga disuarakan oleh Achmad Syahrul Uman, atau yang akrab disapa Kang Irul. Praktisi panahan internasional asal Surabaya sekaligus peraih Medali Perak pada ajang 12th Fetih Kupasi di Turki ini menilai kualitas peserta yang berlaga di venue UAD sangat potensial.

Menurutnya, bibit-bibit muda di divisi Standard Bow, Barebow Indonesia, hingga kelas Panahan Tradisional (Horsebow) memiliki prospek cerah untuk bersaing di level global.
“Melihat potensi adik-adik peserta hari ini, saya sangat yakin mereka memiliki kapasitas untuk bersaing di kancah internasional. Syarat utamanya adalah pembinaan yang berjenjang dan komitmen mereka untuk melakukan pelatihan yang sangat disiplin,” ujar Kang Irul.
Keberhasilan MU Games pertama ini membuktikan bahwa ekosistem kompetisi yang mengawinkan nilai kedisiplinan dan spiritualitas mampu mencetak atlet yang tangguh. Dengan dorongan perluasan jaringan PWM di seluruh Indonesia, target mengirimkan atlet binaan Muhammadiyah untuk mengharumkan nama Indonesia di level internasional kini menjadi target yang realistis.
Penulis: Dimas Irfan Shaugi (DIMAS)




