Pengabdian Farmasi UMS Dorong Pemasaran Digital Produk Herbal KWT Sri Rejeki Cabeyan Sukoharjo

ums.ac.id, SUKOHARJO-Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatanpengabdian bertema Peningkatan Kapasitas Produksi Dan Pemasaran

Produk Pada Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki DesaCabeyan, Bendosari, Sukoharjo. Kegiatan ini menjadibagian dari upaya pemberdayaan ekonomi perempuanberbasis digitalisasi UMKM di wilayah pedesaan. Sebanyak20 anggota KWT Sri Rejeki dan 5 remaja desa Cabeyanterlibat aktif dalam pelatihan ini.

Materi disampaikan secarainteraktif dan aplikatif oleh narasumber Heppy Purbasari, SE., Akt., MM yang merupakan dosen Program Studi Akuntansi,Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS. Materi yang dibahasyaitu terkait pemasaran produk dan perhitungan Break Even Point (BEP).

Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatanedukatif dan praktikal. Materi disampaikan melalui ceramahinteraktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung promosidigital. Peserta belajar mengidentifikasi target pasar, menyusun slogan promosi, serta mengunggah produk pada platform e-commerce dan media sosial.

Sebelum pelatihan, narasumber mereview produk yang telahdiproduksi oleh KWT Sri Rejeki Cabeyan. Hasil pelatihanpeserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, baik dalam hal strategi promosi maupunpengelolaan platform penjualan digital. Selain itu, pesertajuga memperoleh wawasan dasar tentang pentingnyaperhitungan BEP untuk merencanakan harga jual dan keuntungan usaha secara rasional.

KWT Sri Rejeki Cabeyan kini telah memiliki akun Instagram dan Shopee, serta melakukan perbaikan kemasan dan label produk herbal instan “CabeMU”. Produk unggulan sepertiinstan jahe dan temulawak siap menjangkau pasar yang lebihluas dengan tampilan yang lebih profesional dan strategi pemasaran yang lebih modern.

Dengan pelatihan ini, kami berharap KWT Sri Rejeki bisalebih percaya diri menghadapi pasar digital dan meningkatkandaya saing produk herbal lokal,” ungkap Ambar YunitaNugraheni selaku koordinator kegiatan.

Program ini merupakan bagian dari skema Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan(P2AD) yang didanai oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) UMS. Sebagaitindak lanjut, tim pengabdian merekomendasikanpembentukan tim pemasaran digital internal, pelatihan kontenpromosi lanjutan, serta pendampingan legalisasi produkseperti PIRT dan sertifikasi halal.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusiFakultas Farmasi UMS dalam mendampingi Masyarakat untuk menghadapi tantangan era digital melalui inovasipemasaran produk terutama produk herbal.(FF)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta