ums.ac.id, SURAKARTA- Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuat gebrakan baru di bawah kepengurusan 2025-2029 dengan meluncurkan Korps Muballigh Mahasantri Shabran. Program ini dilaksanakan oleh tim khusus yang berfokus pada bidang dakwah dan pengabdian masyarakat.
Menurut Pembina Pondok bidang Dakwah dan Pengabdian Masyarakat Sulchan Ainur Ramadhan, S.Ag., pembentukan Korps Muballigh ini adalah wadah bagi para mahasantri untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di pondok.
“Ini merupakan wadah agar mahasantri siap dihadapkan dengan masyarakat di dunia nyata dan wujud dari komitmen dakwah di tengah masyarakat yang disampaikan pada Stadium General kemarin,” jelasnya, Senin (22/9).

Sejak diluncurkan sepuluh hari yang lalu, program ini telah berjalan dengan respons positif. Masyarakat di lingkungan sekitar tampak antusias dalam menyimak materi yang disampaikan oleh para Mahasantri yang bertugas.
“Program ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasantri dan memperkuat peran Pondok Shabran UMS dalam menyebarkan dakwah di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Tim ini dibentuk untuk menugaskan para Mahasantri dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti mengisi ceramah, menjadi khatib Jumat, imam shalat tahajjud. Tim juga menyampaikan tanya jawab keagamaan dengan buku Tanya Jawab Agama yang dirumuskan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mahasantri yang bertugas akan diganti atau dirotasi setiap bulannya untuk memberikan kesempatan merata.
Kegiatan dakwah ini tidak hanya terbatas di lingkungan pondok, tetapi juga merambah ke masjid-masjid sekitar, seperti Masjid Utsman Dukuh, Masjid Syarif Saripan, dan Masjid At-Taqwa Kuncen.
(Indra/Humas)




