PPK Ormawa HW UMS Resmikan Desa Wisata Edukasi Kiringan Berbasis Hortikultura di Boyolali

ums.ac.id, BOYOLALI – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (PPK Ormawa HW UMS) meresmikan Desa Wisata Edukasi di Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali.

Program ini merupakan implementasi dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk meningkatkan kapasitas diri, namun juga diharapkan mampu berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan masyarakat.

Acara Grand Launching dihadiri oleh Kepala Desa Kiringan, Sri Wuryanto, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Ketua Pokdarwis Dewi Pancuran, Tarman, serta Pembina dan Purna Tugas HW UMS. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan potensi Desa Kiringan.

Ketua Tim PPK Ormawa HW UMS, Dimas Amril Firmansyah, menegaskan bahwa pembangunan desa wisata tidak terlepas dari semangat gotong royong.

“Upaya ini membutuhkan kesabaran, semangat, dan keyakinan dari seluruh warga. Potensi Kiringan sudah sangat mendukung untuk dimaksimalkan menjadi desa wisata, dan kami berharap ke depan desa ini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah,” jelas Dimas, Jumat (3/10).

Dengan peresmian ini, lanjutnya, Desa Wisata Edukasi Kiringan diharapkan menjadi model pengembangan desa berbasis kolaborasi, inovasi, dan kearifan lokal yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Tim PPK Ormawa HW UMS memperkenalkan dua inovasi utama pada peresmian desa wisata ini, yaitu website resmi wisatakiringanboyolali.com sebagai platform digital untuk promosi, serta destinasi wisata perkebunan hortikultura yang berorientasi pada wisata edukasi.

“Wisatawan yang datang dapat belajar langsung mengenai siklus pertanian, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Konsep ini menekankan praktik pertanian ramah lingkungan, pengelolaan hasil panen, serta pengenalan produk olahan lokal. Dengan demikian, Desa Kiringan dapat menjadi laboratorium hidup bagi masyarakat, pelajar, maupun wisatawan,” paparnya.

Ide pembangunan Desa Wisata Edukasi ini lahir dari inisiatif Tim PPKO HW UMS yang kemudian disambut antusias oleh warga. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memposisikan Desa Kiringan sebagai destinasi unggulan di tingkat regional.

Acara peresmian yang dilaksanakan pada Minggu, (28/9) itu berlangsung meriah dengan agenda Tour Desa Wisata bersama tamu undangan, peresmian simbolis, serta penutupan yang melibatkan partisipasi aktif warga setempat. Antusiasme tinggi dari masyarakat menjadi tanda kesiapan Desa Kiringan menyambut wisatawan.

Kepala Desa Kiringan, Sri Wuryanto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis yang dilakukan mahasiswa UMS.

“Kami sangat salut dan responsif dengan kehadiran Tim PPK Ormawa HW UMS. Ini adalah awal langkah besar bagi desa kami untuk berkembang lebih jauh. Dengan dukungan mahasiswa dan dosen, inovasi yang hadir semakin luas dan terbuka. Kami berharap desa wisata ini dapat terus maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (Amtsal/Dwi/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta