Sunnah Iduladha dan Amalannya

Ilustrasi Ibadah Haji. (Foto Canva)
Ilustrasi Ibadah Haji. (Foto Canva)

ums.ac.id, SURAKARTA – Memasuki bulan Zulhijah, umat Islam tentu menanti-nanti hari raya Iduladha. Kabid Pengalaman AIK dan Kaderisasi Pondok Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yayuli, S.Ag., M.P.I mengatakan banyak amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk mengejar ridho Allah terutama di 1-10 Zulhijah.

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ

Artinya: Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Zulhijah). (HR. Al-Bukhari)

Kabid Pengalaman AIK dan Kaderisasi Pondok LPPIK UMS Yayuli, S.Ag., M.P.I
Kabid Pengalaman AIK dan Kaderisasi Pondok LPPIK UMS Yayuli, S.Ag., M.P.I

Yayuli menjelaskan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca AL-Quran, tahlil, tahmid, takbir, serta meningkatkan kualitas spiritual melalui puasa sunnah seperti Senin-Kamis. Dia mengingatkan, nanti pada 9 Zulhijah, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa Arafah.

“Yang keutamaannya adalah menghapus dosa dua tahun, (dosa) yang lalu dan yang sekarang,” ujar Yayuli, Rabu (4/6).

Sunnah Iduladha lainnya adalah bagi orang yang mau berkurban, dianjurkan untuk tidak mencukur rambut dan memotong kukunya sampai pada hari raya Iduladha. Kemudian pada tanggal 10 Zulhijah kita disunnahkan untuk menunaikan salat Iduladha, salat dua rakaat dengan rakaat pertama 7 takbir, rakaat kedua 5 takbir, dilanjutkan dengan imam berkhotbah.

Sebelum menunaikan salat Id, disunnahkan juga mandi besar, memakai wangi-wangian, dan juga memakai pakaian terbaik.

“Tidak harus baru, tapi yang terbaik yang dimilikinya,” pesannya.

Berbeda dengan hari raya Idulfitri, pada Iduladha disunnahkan untuk tidak sarapan terlebih dahulu, sarapannya setelah selesai khutbah.

“Sarapannya setelah salat Iduladha, kemungkinan besar adalah dalam rangka untuk menikmati daging-daging hewan kurban,” papar Yayuli.

Amalan lain bagi yang berkurban, dapat menyaksikan hewan kurbannya disembelih meskipun menurut hadis, Rasulullah SAW berkurban dengan disembelih sendiri.

“Tetapi kan keberanian orang berbeda-beda. Maka kalau tidak berani menyembelih, maka bisa diwakilkan dan dia dianjurkan untuk menyaksikan hewan kurbannya,” tambahnya.

Sunnah Iduladha lainnya adalah ketika akan berangkat melaksanakan sholat, disunnahkan antara berangkat dengan pulang, rute jalannya berbeda, dan disunnahkan dengan berjalan kaki. Lalu sholat Iduladha menurut sunnah nabi dilakukan di musala atau tanah lapang.

Musala dalam konteks nabi adalah tanah lapang yang digunakan untuk salat id, sholat istisqa, atau salat jenazah.

“Jadi musala dalam konteks nabi berbeda dengan musala konteks sekarang. Menurut Indonesia, musholla adalah tempat salat tetapi tidak untuk jumatan. Tapi musholla pada zaman nabi adalah tanah lapang yang digunakan untuk salat id baik Idulfitri maupun Iduladha selama tidak hujan,” terangnya lebih detail. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta