ums.ac.id, SURAKARTA – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pelatihan Kader Integrasi Layanan Primer: 25 Keterampilan Dasar Bidang Kesehatan di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Acara yang digelar pada 11 Desember 2025 itu dipandu oleh dosen Kesehatan Masyarakat UMS, Kusuma Estu Werdani, S.K.M., M.Kes. Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebutuhan peningkatan kapasitas kader posyandu di Desa Tawang.
“Hal ini mengingat seluruh 37 kader posyandu belum pernah mendapatkan pelatihan terkait integrasi layanan primer. Mereka cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut,” ujar perempuan yang akrab disapa Estu ini saat dihubungi pada Senin (15/12).

Integrasi layanan kesehatan primer atau ILP adalah berbagai jenis layanan kesehatan dasar yang berada di puskesmas secara terkoordinir, lintas program, dan berkesinambungan. Estu menjelaskan puskesmas memiliki peran pada layanan kuratif, promotif, preventif, hingga rehabilitatif.
Estu memaparkan materi seputar keterampilan dasar kader kesehatan, alur layanan ILP, deteksi dini masalah kesehatan masyarakat, serta tata cara pencatatan layanan kesehatan. Estu juga dibantu oleh tiga orang mahasiswa semester 7 FIK UMS, yakni Salsabila Khoirun Nisa, Marissa Usie Shania Devi, dan Tyra Fitriya.
Kader posyandu yang hadir turut mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan Puskesmas Weru. Estu mengatakan pendampingan tersebut bertujuan untuk memastikan agar peserta memahami penerapan keterampilan secara tepat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader semakin siap memberikan layanan kesehatan primer secara terintegrasi sesuai kebijakan posyandu ILP, serta mampu mengelola sasaran posyandu yang semakin luas, termasuk kelompok remaja,” harap Estu optimis.
Kepala Desa Tawang Maryanto, dalam sambutannya, menyampaikan sasaran posyandu kini bertambah. Jika dulu hanya mencakup bayi, balita, dan lansia, kini sasarannya bertambah pada kalangan remaja.
“Penambahan sasaran ini menuntut kader untuk memiliki keterampilan yang lebih komprehensif dalam memberikan layanan kesehatan primer di masyarakat,” tegasnya.
Dengan demikian, langkah Estu memberikan pendampingan kepada kader posyandu mengenai ILP menjadi langkah awal untuk menciptakan posyandu yang lebih baik. Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di masyarakat pada masa yang akan datang. (Gede/Humas)




