UMS Dorong Inovasi Produk Olahan Rempah KWT Sumber Rejeki Boyolali

Produk inovasi KWT Sumber Rejeki Boyolali
Produk inovasi KWT Sumber Rejeki Boyolali

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Boyolali untuk mengembangkan potensi rempah lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pengolahan rempah menjadi minuman instan, Jumat (7/8/2026).

Pelatihan yang digelar di ruang produksi Wedang Djuminten, Boyolali, tersebut diikuti 15 anggota KWT Sumber Rejeki. Kegiatan menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Ekonomi Lokal melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki Berbasis Inovasi Produk Olahan Rempah untuk Mendukung Ketahanan Pangan”.

Program tersebut digagas Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMS dan didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Dalam pelatihan perdana tersebut, peserta diperkenalkan pada pengolahan tiga produk, yakni jahe instan, wedang bajigur, dan kunyit asam. Narasumber Tuti Widayati bersama Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMS, Dinda Safitri Ramadhani, S.T., M.Eng., memberikan pelatihan teknis sekaligus mengenalkan alat dan bahan yang digunakan.

Dinda menjelaskan, pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan baku rempah, proses ekstraksi, hingga pengolahan menjadi produk serbuk siap konsumsi.

“Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan Kelompok Wanita Tani ini, produk olahan rempah dari Boyolali diharapkan dapat terus berkembang menjadi komoditas unggulan yang mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Dinda, Jumat (14/8/2026).

Selama pelatihan, peserta mengikuti praktik pengolahan jahe serbuk instan dan racikan bajigur. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam praktik maupun diskusi mengenai teknik pengolahan rempah.

Tuti Widayati mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa dari awal hingga akhir, terutama saat praktik pembuatan produk jahe serbuk instan dan bajigur. Para peserta juga sangat aktif bertanya selama pelatihan,” ungkap Tuti.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong KWT Sumber Rejeki untuk terus berinovasi sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem UMKM di Boyolali.

Salah satu peserta, Lina, menilai materi yang diberikan dapat diterapkan secara langsung untuk pengembangan usaha kelompok. Menurutnya, pelatihan memberikan wawasan baru dalam mengolah berbagai bahan rempah menjadi produk bernilai jual.

“Acara ini sangat membantu kami di KWT Sumber Rejeki untuk menambah wawasan dalam mengolah bahan-bahan rempah seperti jahe, kunyit, serai, dan daun pandan menjadi produk bernilai jual,” tutur Lina.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat segera diterapkan di KWT sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan kelompok.

Sementara itu, Dinda menyampaikan bahwa program tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan agar KWT Sumber Rejeki mampu mengembangkan produksi secara mandiri.

“Sebagai langkah keberlanjutan, kami berharap ke depannya KWT Sumber Rejeki dapat berproduksi secara mandiri dan memasarkan produknya ke masyarakat luas,” pungkas Dinda. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta