ums.ac.id, SURAKARTA – Transformasi digital tidak hanya menyentuh dunia pendidikan dan industri, tetapi juga mulai diterapkan dalam tata kelola organisasi kemasyarakatan. Melihat pentingnya pengelolaan kegiatan dakwah yang lebih efektif dan berbasis data, tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan sistem presensi pintar berbasis Cloud untuk mendukung kegiatan Pengajian Ahad Pagi di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.
Inovasi tersebut kini telah memasuki versi 4.0 setelah melalui proses pengembangan secara bertahap sejak 2025. Sistem ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) UMS yang diketuai oleh Sukirman, S.T., M.T., Ph.D., bersama Dedi Gunawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Yunus Aris Wibowo, S.Pd., M.Sc., Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., dan Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I.

Sukirman menjelaskan bahwa pengembangan sistem dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi. Sistem pertama kali diperkenalkan pada Maret 2025 dengan memanfaatkan Google Form sebagai media pencatatan kehadiran. Seiring meningkatnya kebutuhan dan literasi digital jamaah, aplikasi terus disempurnakan hingga bertransformasi menjadi sistem berbasis Apps Script dan GitHub.
“Pada Februari 2026 kami telah melakukan sosialisasi sistem versi 3.0 kepada seluruh warga Muhammadiyah Kebakkramat. Kini pengembangan berlanjut pada versi 4.0 yang memungkinkan pembaruan sistem dilakukan secara otomatis melalui aplikasi yang sudah dimiliki pengguna, sehingga tidak lagi memerlukan pelatihan tatap muka,” jelasnya, Selasa, (7/7/2026).
Menurutnya, sistem terbaru tetap mengusung konsep serverless dengan memanfaatkan ekosistem Google Sheets dan GitHub sehingga tidak membutuhkan biaya penyewaan server. Selain lebih efisien, aplikasi juga dilengkapi teknologi validasi lokasi menggunakan koordinat GPS secara real-time yang dipadukan dengan swafoto (selfie) pengguna untuk memastikan kehadiran benar-benar dilakukan di lokasi pengajian.
Lebih dari sekadar alat pencatat kehadiran, versi terbaru menghadirkan berbagai fitur analitik yang membantu pimpinan organisasi mengambil keputusan berbasis data. Di antaranya ialah dasbor Jamaah Paling Aktif, AUM Teraktif, basis data Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta grafik tren kehadiran jamaah dari waktu ke waktu.

Ketua PCM Kebakkramat, Ir. H. Paryono, mengakui sistem tersebut memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan dakwah di lingkungan Muhammadiyah Kebakkramat.
“Jumlah partisipasi jamaah terbukti semakin meningkat dengan adanya sistem ini. Selain itu, jamaah maupun AUM yang tingkat keaktifannya masih kurang kini dapat terpantau dengan sangat jelas melalui dasbor analitik yang disediakan oleh tim UMS,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa data yang dihasilkan sistem menjadi dasar bagi PCM Kebakkramat dalam menyusun strategi pembinaan jamaah secara lebih tepat sasaran.
“Data riil yang kami peroleh langsung kami gunakan untuk menyusun langkah dan strategi agar kesadaran jamaah semakin meningkat dalam mengikuti berbagai kegiatan persyarikatan, khususnya di lingkungan Muhammadiyah Kebakkramat,” katanya.
Selain menghadirkan berbagai fitur baru, tim pengembang juga memastikan aplikasi tetap mudah digunakan oleh seluruh kalangan. Hasil pengukuran menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang tinggi sehingga aplikasi dinilai ramah bagi jamaah dengan berbagai latar belakang usia.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian UMS tengah menyelesaikan penyusunan buku panduan penggunaan, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta publikasi hasil pengembangan pada jurnal ilmiah nasional.
Melalui inovasi ini, Sukirman berharap agar transformasi digital dapat memperkuat tata kelola organisasi Muhammadiyah yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan juga diharapkan mampu menjadi model pengembangan dakwah digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai persyarikatan. (Fika/Humas)




