ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sarasehan Pengembangan Universitas Berbasis Talenta dan Inovasi Mahasiswa di Ruang Rektor, Gedung Induk Siti Walidah lantai 6, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum dialog antara pimpinan universitas dan perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan kampus.
Sarasehan yang diinisiasi oleh pimpinan universitas tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bersama jajaran pimpinan lainnya, termasuk Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) serta perwakilan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI).
“Prinsipnya saya menangkap beberapa mahasiswa ingin memberi masukan pada universitas. Intinya kan itu ya. Cara memberikan masukan itu pastilah beragam. Jadi daripada memberikan masukan itu di luar, saya malah mengundang, tolong nanti UMS ini diberi masukan komprehensif untuk pengembangan ke depan,” tutur Harun.

Dalam forum tersebut, perwakilan mahasiswa yang diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) menyampaikan berbagai keresahan yang terjadi di masing-masing fakultas. Berbagai isu akademik, kemahasiswaan, hingga fasilitas kampus dibahas secara terbuka bersama pimpinan universitas.
Perwakilan mahasiswa dari Fakultas Agama Islam (FAI), misalnya, mengusulkan agar kebijakan jam malam di kampus atau perumahan mahasiswa dapat ditinjau kembali. Mereka berharap batas waktu yang saat ini berlaku hingga pukul 22.00 WIB dapat dievaluasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aktivitas mahasiswa terutama aktivis organisasi kemahasiswaan.
Sementara itu, perwakilan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) menyoroti dukungan universitas terhadap mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Mereka mengaku masih menghadapi kendala dalam memperoleh dukungan pendanaan maupun proses pengajuan bantuan yang dinilai cukup panjang dan memerlukan waktu.
Perwakilan mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) turut menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya minat mahasiswa untuk bergabung dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan (ormawa). Ia juga mengusulkan agar mahasiswa dilibatkan dalam proses perencanaan dan diskusi terkait masa pengenalan kampus atau kegiatan penyambutan mahasiswa baru yang akan berlangsung pada periode terdekat. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting agar program yang disusun lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter generasi mahasiswa baru.
Selain itu, mahasiswa juga meminta peningkatan sosialisasi mengenai berbagai layanan dan mekanisme perlindungan mahasiswa, seperti Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS), Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH), serta Satgas PPKPT.
Pihak kampus mendorong mahasiswa untuk membentuk komunitas pengaduan sehingga aspirasi dapat tersampaikan hingga unit terkait terutama Satgas PPKPT. Laporan yang masuk akan dikawal dan mendapatkan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan.
Melalui sarasehan ini, pimpinan UMS berkomitmen menjadikan aspirasi mahasiswa sebagai bagian dari proses pengembangan kampus. Forum dialog tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan pimpinan universitas dalam mewujudkan lingkungan akademik yang lebih inklusif, responsif, serta mendukung pengembangan talenta dan inovasi mahasiswa. (Maysali/Humas)




