ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan peran strategisnya sebagai pelopor kolaborasi publikasi bereputasi nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya sebatas dorongan, melainkan ajakan konkret bagi semua dosen untuk berkolaborasi dalam menghasilkan publikasi yang terindeks dan bereputasi.
“UMS tidak hanya mendorong, tapi juga mengajak semua dosen dari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh untuk bersama-sama menulis dan mempublikasikan karya ilmiah secara kolaboratif,” ujar Rektor UMS itu, Selasa (20/5 bertempat di Gedung Induk Siti Walidah). Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari kolaborasi ini adalah meningkatkan reputasi akademik kedua institusi, khususnya dalam ranah publikasi internasional.

Lebih jauh, Harun menyatakan bahwa UMS ingin menghadirkan diri sebagai pelopor atau garda depan dalam gerakan menulis dan menyebarkan ilmu pengetahuan. “Kita ingin UMS berada di barisan terdepan sebagai penggerak perubahan, menjadi leader dalam kolaborasi publikasi yang bereputasi dan terindeks,” tegasnya.
Menurut Harun, langkah ini juga sejalan dengan visi besar kampus, yaitu I’M UMS – Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainability (berkelanjutan ). Dengan menjadi penggerak dalam kolaborasi akademik, UMS ingin mewujudkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam mutu, tetapi juga mencerahkan dalam kontribusi ilmu pengetahuan.
Rektor UMS itu juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang saling menguatkan antardosen lintas kampus. “Kita ajak semua berbuat baik lewat menulis. Ini bagian dari dakwah keilmuan. Kita jadikan publikasi sebagai medan amal jariah yang berefek luas,” katanya.
Sebagai kampus unggul yang berkomitmen pada keilmuan berkelanjutan, UMS tidak hanya menargetkan kuantitas publikasi, tetapi juga kualitas dan dampaknya terhadap masyarakat luas. Melalui pendekatan kolaboratif, UMS ingin memperkuat semangat kolektif di kalangan sivitas akademika Muhammadiyah.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari langkah strategis UMS untuk mendunia. “Publikasi bereputasi adalah jembatan untuk membawa pemikiran-pemikiran kita ke forum global. Maka kolaborasi ini harus dimaknai sebagai lompatan menuju reputasi internasional yang Islami dan mencerahkan,” tandasnya.
Dengan menjadi penggerak awal, UMS berharap kerja sama ini menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. “Kita bangun ekosistem menulis yang sehat, kolaboratif, dan terus berkembang. Ini sejalan dengan semangat sustainability dalam visi kami,” tutupnya. (Al/Humas)




