UMSi Borong Emas dan Perak Barebow di Muhammadiyah Games 2026

Devi dan Rezki di Podium
Devi dan Rezki di Podium

ums.ac.id, YOGYAKARTA — Dua srikandi panahan asal Universitas Sinjai (UMSi), Sulawesi Selatan, sukses mendominasi perolehan medali dalam ajang bergengsi 1st Muhammadiyah Games 2026. Tampil di Lapangan Sepak Bola Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Devi Febriani Syam dan A Rezky Amalia berhasil menyapu bersih medali emas dan perak pada kelas Barebow Mahasiswa Putri 30 meter.

Keberhasilan luar biasa di venue utama cabang olahraga (cabor) panahan ini terasa sangat dramatis. Pasalnya, kedua atlet tersebut harus menempuh perjalanan melelahkan selama lebih dari 48 jam melintasi jalur darat dan laut dari Kabupaten Sinjai menuju Yogyakarta sebelum akhirnya naik ke podium juara.

Dominasi Mutlak UMSi di Kategori Barebow

Dalam persaingan ketat di garis tembak, Devi Febriani Syam tampil perkasa dengan menyabet posisi pertama sekaligus mengamankan medali emas pada babak Kualifikasi maupun babak Eliminasi. Ketangguhan performa Devi diikuti oleh rekan satu timnya, A Rezky Amalia, yang sukses mengunci posisi kedua dan berhak atas medali perak di kedua babak tersebut.

Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru bagi pembinaan olahraga di tingkat kampus Universitas Sinjai. Dominasi mutlak ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas dan mentalitas atlet dari luar Pulau Jawa memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

Coach Asrofi (kanan) dan Coach Adi Suryadi (kiri)
Coach Asrofi (kanan) dan Coach Adi Suryadi (kiri)

Perjuangan 48 Jam Melintasi Jalur Darat dan Laut

Di balik prestasi gemilang ini, terdapat perjuangan fisik yang luar biasa dari kontingen UMSi. Rombongan diketahui bertolak dari Kabupaten Sinjai sejak 8 Mei dan baru tiba di lokasi perlombaan pada 11 Mei 2026.

Mereka harus menempuh jalur darat menuju Kota Makassar, dilanjutkan dengan mengarungi lautan menggunakan kapal penumpang menuju Surabaya. Perjalanan kemudian diteruskan menggunakan kereta api dari Surabaya menuju Yogyakarta.

Pelatih UMSi, Coach Suryadi, membenarkan adanya kelelahan fisik yang sempat melanda anak asuhnya. Namun, ia memastikan hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan motivasi bertanding mereka di lapangan.

“Perjalanan kami panjang banget karena harus melewati perjalanan darat dan laut mi, karena kami pakai kereta dan kapal,” ungkap Coach Suryadi dengan logat Bugis yang khas saat menceritakan perjuangan timnya.

Solidaritas dan Manifestasi Dakwah Olahraga

Selain mencetak prestasi, kehadiran kontingen UMSi di Yogyakarta juga mempererat solidaritas sesama delegasi asal Sulawesi. Kolaborasi erat sempat tercipta di lapangan antara Coach Suryadi dan Coach Asyrofi dalam mengawal para atlet bertanding.

Fenomena perjuangan lintas pulau dan sportivitas yang tinggi ini dinilai menjadi manifestasi nyata dari dakwah persyarikatan Muhammadiyah melalui jalur olahraga. Melalui motor penggerak Organisasi PanahMU, ajang ini sukses menyatukan sekaligus menjaring potensi-potensi terbaik kader Muhammadiyah di kancah panahan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta