ums.ac.id, PURWOKERTO – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) tidak hanya berkutat dengan stetoskop dan teori medis konvensional. Melalui rangkaian Workshop Kedokteran Herbal dan Kedokteran Islam At Tibbun Nabawi, mereka terjun langsung ke Laboratorium Herbal untuk mempraktikkan pembuatan jamu saintifikasi pada Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Seminar Komprehensif Herbal yang telah digelar sebelumnya. Di bawah bimbingan dosen dan tenaga ahli, para calon dokter ini belajar mengolah tanaman obat dengan standar medis yang ketat. Fokus utama praktik ini adalah Workshop Pembuatan Ramuan Jamu Saintifikasi serta tata cara peresepan obat herbal sediaan jadi.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas saat mereka memulai tahapan pemilihan bahan baku (simplisia). Setiap bahan diperiksa kualitasnya sebelum masuk ke proses peracikan dan penyajian. Prinsip saintifikasi menjadi landasan utama agar ramuan yang dihasilkan memiliki dosis yang terukur serta keamanan yang terjamin.
Dosen pendamping menjelaskan bahwa pemahaman tentang herbal sangat krusial bagi dokter masa depan. Pasalnya, masyarakat Indonesia memiliki kedekatan kultural yang kuat dengan jamu. Dengan menguasai ilmu ini, dokter dapat memberikan edukasi yang tepat mengenai integrasi obat herbal dalam pengobatan modern.
“Praktik ini sangat penting agar mahasiswa memahami bahwa jamu bukan sekadar tradisi, tapi bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau saintifikasi,” ujar salah satu instruktur ahli di sela-sela kegiatan.
Salah satu momen paling menarik terjadi pada akhir sesi, di mana mahasiswa dipersilakan mencicipi jamu hasil racikan mereka. Pengalaman sensorik ini dianggap efektif untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai karakteristik rasa dan aroma dari berbagai tanaman obat.
Seorang mahasiswa peserta workshop mengungkapkan bahwa praktik langsung ini mengubah perspektifnya tentang pengobatan tradisional. Menurutnya, pengalaman di laboratorium memberikan gambaran nyata tentang bagaimana tanaman herbal bisa menjadi alternatif terapi kesehatan yang efektif jika dikelola secara profesional.
Kegiatan ini sekaligus menutup hari pertama workshop yang dirancang dengan pendekatan kurikulum integratif. FK UMP terus berkomitmen mencetak lulusan dokter yang tidak hanya kompeten di jalur medis formal, tetapi juga memiliki keunggulan dalam kedokteran herbal berbasis kearifan lokal. Dengan bekal ini, para calon dokter diharapkan mampu menjawab tantangan kesehatan masa depan melalui pendekatan yang lebih holistik.




