ums.ac.id, KARANGANYAR – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojogedang mulai memanaskan mesin organisasi guna menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui kegiatan Kantoran Rutin Pekan ke-4 yang digelar pada Ahad malam (25/1/2026), PCM Mojogedang merumuskan sejumlah langkah strategis. Bertempat di MTs Muhammadiyah 4 Mojogedang, pertemuan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 22.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, majelis, lembaga, dan organisasi otonom (Ortom).
Agenda utama pertemuan menyoroti laporan kegiatan dari setiap unsur pembantu pimpinan tingkat cabang. Evaluasi ini dinilai krusial sebagai landasan menyusun rencana kegiatan (syiar) selama bulan Ramadan mendatang. PCM Mojogedang berkomitmen agar Ramadan tahun 2026 ini tidak hanya semarak secara seremonial, tetapi juga berdampak nyata bagi jamaah dan masyarakat luas.
Salah satu fokus pembahasan yang menarik perhatian adalah peringatan Milad ke-59 MTs Muhammadiyah 4 Mojogedang. Pihak sekolah dan PCM sepakat merangkai milad ini dengan strategi penerimaan siswa baru.
“Kami akan menggelar Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SD/MI di wilayah Kecamatan Mojogedang dan sekitarnya. Ini adalah langkah konkret untuk menyukseskan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027,” ungkap salah satu pimpinan dalam forum tersebut.
Selain sektor pendidikan menengah, rapat juga mematangkan persiapan Pengajian Akbar Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Akhlaqul Karimah (MIM AKA) Mojogedang. Acara yang dijadwalkan pada Ahad, 1 Februari 2026 ini akan menghadirkan tokoh penting, yakni Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Harun Joko Prayitno. Kehadiran Harun dinilai istimewa mengingat posisinya sekaligus sebagai founder MIM AKA Mojogedang.
Di sisi internal organisasi, PCM Mojogedang menekankan pentingnya adaptasi teknologi. Sosialisasi hasil workshop mengenai “Reputasi Organisasi dan Digitalisasi” menjadi materi bahasan serius. PCM menyadari bahwa penguatan citra organisasi di era digital adalah keniscayaan untuk memperluas jangkauan dakwah.
Sejalan dengan semangat dakwah tersebut, Majelis Tabligh didapuk sebagai leading sector untuk mengoptimalisasi aktivitas Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Mojogedang.
“Kami akan mengaktifkan kembali jadwal rutin KMM setiap hari Senin malam Selasa. Para mubalig akan disebar ke masjid-masjid binaan Muhammadiyah maupun masjid yang berafiliasi dengan persyarikatan,” tegas perwakilan Majelis Tabligh dalam laporannya.
Langkah ini diambil untuk memastikan syiar Islam yang berkemajuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput secara konsisten, tidak hanya saat momen besar keagamaan saja. Rapat konsolidasi ini pun ditutup dengan optimisme tinggi dari seluruh peserta untuk membawa PCM Mojogedang semakin progresif.




