Tiga Kunci Sukses Pelajar, Erna Pratiwi Bakar Semangat Siswa SMP Muhammadiyah Darul Arqom

ums.ac.id, KARANGANYAR – Kedisiplinan dan semangat juang menjadi sorotan utama dalam kegiatan apel pagi di SMP Muhammadiyah Darul Arqom, Karanganyar, Senin (26/1). Tepat pukul 06.50 WIB, ratusan siswa telah berbaris rapi di halaman sekolah, menciptakan formasi yang teratur sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Di bawah langit Karanganyar yang pagi itu tampak sedikit mendung, suasana apel berlangsung dengan sangat khidmat. Rafa, siswa kelas 8G yang bertindak sebagai pemimpin upacara, menjalankan tugasnya dengan tegas. Seluruh siswa tampak tenang dan fokus saat aba-aba disuarakan, mencerminkan budaya disiplin yang kuat di lingkungan sekolah tersebut.

Dalam amanat pembina upacara, Erna Pratiwi, S.Kom. menekankan bahwa keberhasilan adalah hak setiap individu yang mau berusaha. Menurutnya, kesuksesan tidak semata-mata milik mereka yang memiliki jabatan tinggi, kekayaan berlimpah, atau kesempurnaan fisik. Keberhasilan sejatinya adalah milik mereka yang tidak pernah berhenti berjuang dan pantang menyerah, sebagaimana ajaran Islam yang melarang umatnya berputus asa.

Erna memaparkan tiga strategi utama atau “tiga kunci” yang harus dimiliki siswa untuk meraih kesuksesan akademik maupun kehidupan. Poin pertama adalah kedisiplinan dalam manajemen waktu. Erna menyebutkan bahwa indikator kedewasaan seorang pelajar terlihat dari kemampuannya mengatur prioritas.

“Mengatur waktu dengan baik akan berdampak langsung pada keberhasilan menyelesaikan tugas tepat waktu. Ini adalah fondasi dasar dari tanggung jawab,” tegas Erna dalam paparan amanatnya.

Poin kedua yang ditekankan adalah pentingnya menikmati proses belajar. Erna mengingatkan bahwa belajar adalah perjalanan panjang yang tak berujung (long life learning). Oleh karena itu, mentalitas yang harus dibangun adalah rasa syukur dan kesabaran, bukan keluh kesah.

“Hindari sifat kufur nikmat berupa keluh kesah, karena sifat itu disenangi setan. Sebaliknya, perbanyak syukur dan sabar agar perjalanan menikmati proses pembelajaran berjalan tak hanya menyenangkan, namun juga berkesan mendalam,” ujar Erna di hadapan para peserta apel.

Sebagai kunci pamungkas, Erna menyoroti kekuatan doa. Ia mengingatkan bahwa usaha keras (ikhtiar) harus disempurnakan dengan doa. Doa berfungsi sebagai pengontrol hati agar seseorang tetap rendah hati saat meraih kejayaan dan tidak hancur saat menghadapi kegagalan.

“Kita harus yakin semua terjadi atas kehendak Allah Swt. Jangan lupa juga mendoakan orang-orang di sekitar kita, karena kesuksesan butuh dukungan banyak pihak. Doa-doa baik yang kita langitkan, kelak akan kembali kepada kita,” tambahnya.

Rangkaian apel pagi tersebut ditutup dengan tertib. Usai pembubaran barisan, para siswa bersama guru langsung beranjak menuju musala sekolah untuk melaksanakan Majelis Dhuha, sebagai wujud implementasi langsung dari pesan doa dan kedisiplinan yang baru saja disampaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta