
RADARSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong peningkatan kapasitas para dosennya. Khususnya dalam bidang pendidikan vokasi dan pelatihan (Technical and Vocational Education and Training/TVET).
Salah satunya melalui partisipasi dosen PTI UMS Irma Yuliana dalam lokakarya internasional bertajuk Capacity-Building on AI and Digital Transformation in Education for ASEAN TVET Teachers and Educators. Lokakarya ini digelar di Cheju Halla University, Korea Selatan, 23-26 Maret lalu.
Irma menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Southeast Asian Ministers of Education Organization-Technical and Vocational Education and Training (SEAMEO TED) dan Cheju Halla University. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pendidik se-ASEAN dalam menghadapi era transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Kami mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana AI dan transformasi digital dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan vokasi,” ujar Irma.
Selama empat hari, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan komprehensif. Mulai dari pemaparan pakar internasional, diskusi kelompok, praktik pengembangan prototipe pembelajaran berbasis digital dan AI, hingga kunjungan ke laboratorium AI milik Cheju Halla University.
Menurut Irma, kegiatan ini sangat penting karena setiap peserta diberi kesempatan untuk menghasilkan prototipe pembelajaran yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing.
“Para peserta juga berkesempatan untuk berkolaborasi lintas negara dalam mengembangkan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan teknologi AI, sekaligus membentuk jejaring yang solid antarpendidik TVET ASEAN,” imbuhnya.
Irma berharap, lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap AI dan transformasi digital, baik ditingkat nasional maupun regional ASEAN.
“Ilmu yang saya dapatkan dari lokakarya akan diwujudkan dalam transformasi kegiatan pembelajaran di PTI UMS. Selain itu, jejaring yang terbangun dengan pendidik TVET dari negara-negara ASEAN lain membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di masa mendatang,” tambahnya.
Peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di institusi pendidikan se-ASEAN, termasuk di UMS, perlu terus digalakkan.
Kolaborasi antarpendidik TVET ASEAN yang terjalin selama lokakarya juga diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk riset bersama, pertukaran staf pengajar, maupun program pengembangan kapasitas lainnya. (zia/nik)
Sumber: https://radarsolo.jawapos.com/pendidikan/845965424/ums-berguru-ke-korea-selatan-dalami-ai-dan-transformasi-digital




