UMS Gelar Pelatihan Calon Asesor Kompetensi Batch 4, Libatkan 24 Dosen

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMS bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggelar Pelatihan Calon Asesor Kompetensi Batch 4 di Hotel Laras Asri, Salatiga.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Senin-Kamis (10-13/8/2026), tersebut melibatkan 24 dosen dari berbagai program studi di lingkungan UMS. Rangkaian pelatihan akan ditutup dengan ujian sertifikasi kompetensi asesor pada Jumat (14/8/2026) di Gedung Pascasarjana UMS.

Direktur LSP UMS Prof. Dr. Zulfikar, M.Si, S.E., menyampaikan, kegiatan pelatihan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun tersebut bertujuan untuk merekrut asesor kompetensi baru. Saat ini, LSP UMS telah memiliki 70 asesor dan jumlah tersebut akan bertambah menjadi 94 asesor apabila seluruh calon asesor dinyatakan kompeten.

Menurutnya, para asesor akan menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi kompetensi calon tenaga kerja yang berasal dari alumni UMS. Karena itu, para calon asesor perlu dibekali pengetahuan dan praktik asesmen kompetensi.

Dalam sambutannya, Zulfikar kembali menekankan tujuan pendirian LSP di lingkungan UMS.

“LSP UMS hadir untuk membantu calon alumni mempersiapkan employability sesuai dengan kompetensinya agar memiliki posisi tawar di pasar tenaga kerja. Mereka tidak cukup dengan pengalaman belajar yang ditunjukkan dengan ijazah asli untuk bersaing di dunia kerja, tapi juga diperlukan kemampuan teknis dan pengalaman kerja/magang di bidang tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi,” ujar Zulfikar, Rabu (12/8/2026).

Ia menambahkan bahwa sertifikasi kompetensi kini semakin dibutuhkan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Seperti rekrutmen pegawai baik di lingkungan pemerintahan (Calon ASN) maupun swasta sudah mewajibkan sertifikasi kompetensi sebagai persyaratan umum.

Zulfikar juga menyambut para calon asesor yang mengikuti pelatihan tersebut dan berharap mereka dapat turut mengembangkan LSP UMS.

“Selamat bergabung di LSP UMS, setelah menjadi asesor kompetensi kita mengemban amanah bersama untukmengembangkan LSP UMS,” sambutnya.

Lebih lanjut, Zulfikar menjelaskan bahwa perkembangan LSP secara kuantitas dapat dilihat dari jumlah skema, asesor, dan sertifikasi kompetensi yang diterbitkan.

Saat ini, LSP UMS memiliki 22 skema yang telah terlisensi BNSP dan 38 calon skema yang masih dalam proses lisensi. LSP UMS menargetkan pada 2026 dapat memiliki 60 skema terlisensi BNSP yang merepresentasikan skema kompetensi di setiap program studi di lingkungan UMS.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari BNSP AY Retno Dwidarsih menambahkan bahwa tugas asesor tidak hanya menguji asesi. Asesor juga memiliki tugas lain, di antaranya mengembangkan materi uji kompetensi serta mengusulkan skema baru kepada program studi untuk merespons kebutuhan tenaga kerja masa kini.

Sementara itu, narasumber lainnya, Sri Salimah, menekankan peran asesor sebagai duta LSP dalam menyosialisasikan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi calon alumni. Selain itu, asesor juga berperan mengenalkan keberadaan LSP UMS yang menyelenggarakan uji dan sertifikasi kompetensi. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta