UMS Perkenalkan Kekayaan Kuliner Nusantara ke Peserta Indo-Austay

Peserta Indo-Austay, Lucia Bates kala mencicip onde-onde untuk pertama kalinya.  (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkenalkan wisata kuliner ke peserta Indo-Austay Adult Immersion Program pada Kamis (16/1).

Dalam kegiatan tersebut, rombongan diajak menjajal beragam makanan tradisional khas Indonesia. Program ini diikuti empat warga negara Australia yang telah menjalani pelatihan bahasa Indonesia intensif selama empat hari di LBIPU UMS.

Tidak hanya belajar bahasa, para peserta juga diberi pengalaman langsung untuk memahami budaya Indonesia melalui kuliner nusantara yang beragam.

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi kediaman Wakil Rektor 1 UMS Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum. Di tempat itu, para peserta disuguhi beragam jajan pasar seperti putu, serabi Solo, onde-onde, ketan, singkong rebus, hingga kacang godhok.

Hector Warren Fraser (26), salah satu peserta, mengungkapkan kekagumannya usai mencicipi putu dan onde-onde untuk pertama kalinya.

“Rasanya unik. Manis dan gurih jadi perpaduan yang cocok. Saya sangat terkesan dengan beragam rasa jajanan tradisional dan saya menikmatinya,” jelasnya.

Kehangatan semakin terasa saat para peserta dan tuan rumah saling berbagi cerita. Momen tersebut menjadi ajang berharga untuk bertukar pengalaman dan mempererat pemahaman budaya.

Setelah menikmati jamuan tradisional, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dapur Solo, salah satu restoran yang dikenal dengan sajian autentik masakan Jawa. Berbagai hidangan prasmanan tersaji rapi, mulai dari iga kuah asam manis, tengkleng, lodeh, ayam ungkep, dan banyak lainnya.

Lucia Bates (18), peserta termuda dalam Indo-Austay Adult Immersion Program, mengaku sangat menikmati pengalaman kuliner di Dapur Solo.

“Ini pertama kalinya saya mencoba tengkleng. Rasanya sedikit pedas, tetapi sangat lezat dan membuat saya ingin mencobanya lagi,” ungkapnya.

Dengan mengenalkan kuliner nusantara sebagai jembatan budaya, LBIPU UMS seolah membuka cakrawala baru bagi para peserta untuk meresapi keanekaragaman rasa dan kehangatan yang menyatu dalam setiap sajian Indonesia.

“Ini akan menjadi salah satu kenangan terindah bagi saya, dan saya pasti akan menjelajahi lebih banyak lagi kuliner Indonesia yang belum sempat saya coba,” papar Lucia yang cukup antusias mengikuti jelajah kuliner tersebut. **


Sumber: https://solo.suaramerdeka.com/solo-raya/0514368022/ums-perkenalkan-kekayaan-kuliner-nusantara-ke-peserta-indo-austay