Berikan Penguatan AIK Untuk Keluarga WNI Lintas Budaya, Tim UMS Gelar Pengabdian Internasional di Malaysia

  • Post category:Berita
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Berikan Penguatan AIK Untuk Keluarga WNI Lintas Budaya, Tim UMS Gelar Pengabdian Internasional di Malaysia

ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengabdian masyarakat melalui skema Pengabdian Kemitraan Internasional (PKM KI) di Gombak Utara Malaysia.

Pengabdian yang dilakukan tersebut mengangkat topik “Penguatan Keislaman dan Kemuhammadiyahan Untuk Keluarga WNI Lintas Budaya Di Sanggar Gombak Utara Malaysia”. Kegiatan pengabdian itu bekerja sama dengan mitra Sanggar Kamus Binaan Gombak Utara yang dikelola oleh Ikhwanuddin Nasution, M.Ed.

Tim Pengabdian ini diketuai oleh Muhammad Wildan Shohib, S.Pd.I., M.Ed., P.hD., yang juga merupakan dosen Magister Pendidikan Agama Islam. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UMS yang beranggotakan empat mahasiswa yaitu Eko Wicaksono, Fitra Hamdani, Jihan Salsa Biela dan Nizma Siti Alaina yang turut berkontribusi dalam penyelenggaran kegiatan ini.

Muhammad Wildan mengungkapkan latar belakang kegiatan bermula dari terbatasnya akses pendidikan yang didapatkan oleh anak para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia.

“Berdasarkan hasil diskusi kami terhadap permasalahan mitra di Sanggar Kamus Bimbingan Gombak Utara, Malaysia yang menjadi tempat pendidikan non formal bagi anak para WNI yang bekerja di Malaysia, memerlukan bantuan dalam mengajar anak anak Indonesia yang berada di Gombak Utara. Terlebih pengajaran dalam hal keagamaan yang dapat menjadikan bekal bagi mereka sebagai anak yang tumbuh dengan nilai religiusitas,” terang Wildan Minggu, (7/7).

Tak hanya pembekalan tentang pengetahuan keagamaan, lanjutnya, pengetahuan tentang budaya yang terdapat di Indonesia juga mereka perlukan sebagai identitas WNI.

Menurutnya, anak-anak berusia 4 sampai 11 tahun yang semestinya mendapatkan pendidikan yang layak dan perhatian lebih dari kedua orang tuanya, di sini mereka harus beradaptasi dan bertahan hidup di negeri Jiran dengan kurangnya perhatian dari orang tua yang sibuk bekerja. Fenomena ini kemudian direspon dengan berdirinya Sanggar Bimbingan Kamus Gombak Utara sebagai wadah untuk anak para WNI agar dapat tetap mendapatkan pendidikan dengan baik.

“Meskipun demikian, sanggar ini masih memerlukan seorang relawan dengan ketulusan hati dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di negeri sebrang. Oleh karenanya kami berupaya untuk mengadakan pengabdian di tempat ini,” ungkap Ketua Pengabdian tersebut.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Ikhwanuddin Nasution, M.Ed., selaku pengelola Sanggar Kamus Binaan Gombak Utara. Dalam sambutannya ia menyampaikan banyak terima kasih atas kedatangan Mahasiswa dan Dosen Magister Pendidikan Agama Islam dari UMS yang bersedia untuk membantu mengajar di Sanggar Bimbingan Kamus Gombak Utara. Ia juga menyampaikan tentang kondisi Sanggar Bimbingan Kamus Gombak Utara dengan jumlah peserta didik sebanyak 30 anak dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

“Anak-anak di sini cukup beragam ada anak yang berasal dari Jawa, NTT, Flores, Medan dan beberapa dari wilayah Indonesia yang lain. Kami juga berharap melalui kedatangan Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi anak-anak bimbingan kami agar kelak nanti menjadi calon orang-orang yang sukses dan berhasil,” ungkap Ikhwanuddin.

Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam, Eko Wicaksono, S.Pd., menyampaikan selama menjalani kegiatan pengabdian di Gombak Utara mereka merasakan betul betapa indahnya berbagi kepada mereka. Melihat senyuman para anak-anak WNI yang penuh dengan ketulusan dan betapa semangatnya mereka untuk terus belajar meskipun dengan penuh keterbatasan, seketika dapat melunturkan rasa lelah mereka dan berubah menjadi semangat untuk menjalani pengabdian di tempat ini untuk beberapa waktu.

“Rasa syukur kami semakin meningkat ketika melihat betapa bersemangatnya dan antusiasnya mereka dalam belajar dan mengikuti serangkaian kegiatan yang kami lakukan selama disana. Di lain sisi, ada anak-anak yang hidup di perkotaan elit mendapatkan akses pendidikan yang serba memadai, baju seragam yang rapi dan fasilitas yang serba lengkap namun masih kurang antusias dalam belajar. Akan tetapi, di sini kami mendapati anak-anak dengan segala keterbatasan, namun memiliki antusias belajar yang amat tinggi,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 anak para WNI yang bekerja di Malaysia. Diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ketua tim PKM-KI UMS dan pengelola Sanggar Kamus Binaan Gombak Utara, kemudian pengabdian ini dilanjutkan selama beberapa hari dengan berbagai kegiatan seperti ice breaking, pemberian materi tentang keagamaan, mengenalkan lagu-lagu daerah Indonesia dan pada hari yang terakhir ditutup dengan kegiatan outbound. (Fika/Humas)