You are currently viewing Perubahan Iklim dan Kemarau Ekstrem Picu Dampak Negatif, UMS Gelar Sholat Istisqo’ Berjamaah

Perubahan Iklim dan Kemarau Ekstrem Picu Dampak Negatif, UMS Gelar Sholat Istisqo’ Berjamaah

ums.ac.id, SURAKARTA– Soroti perubahan iklim dan kemarau berkepanjangan, ratusan mahasiswa, staf dan tenaga pendidik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menggelar sholat sunnah Istisqo’ di Lapangan Selatan Psikologi UMS, Kamis (19/10).

Dalam khutbahnya, Imam sekaligus Khatib pelaksanaan sholat Istisqo’, Yayuli, S.Ag., M.P.I., mengatakan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan ancaman eksistensial paling nyata bagi kehidupan manusia. Dia juga menyebutkan bahwa kemarau dan kekeringan yang belakangan ini terjadi di sebagian besar di wilayah Indonesia, salah satu penyebabnya adalah ulah manusia, sebagaimana diingatkan dalam Qs. Ar-Rum Ayat 41.

“Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang menyebabkan kemarau berkepanjangan, perubahan suhu, curah hujan, dan pola angin. Tentu hal ini dapat mengancam kehidupan dan masa depan peradaban umat manusia,” tutur Yayuli.

Dia juga menyebutkan fenomena ini harus disertai dengan muhasabah atau intropeksi diri terhadap prilaku yang melanggar perintah agama, baik itu dosa biologis dan ekologis atau merusak alam.

Kegiatan dilanjutkan dengan sholat jenazah ghaib yang dikhususkan untuk warga Palestina yang saat ini tengah dalam situasi perang.
Menurut Dr., Muchamad Iksan selaku Ketua Takmir UMS, pada saat bersamaan, panitia juga melakukan penggalangan dana untuk warga Palestina yang menjadi korban perang. Donasi akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) UMS.

“Pelaksanaan Sholat Ghaib ditujukan untuk saudara-saudara muslim kita di Palestina, dengan membantu melalui do’a dan menggalang dana infaq yang akan disalurkan melalui Lazismu,” jelas Iksan. Total dana infaq yang terkumpul sejumlah Rp 9.723.700. (Eva/Humas)