You are currently viewing Ustadz Kholil: Capai Ketenangan Hati dengan Ikhlas Paling Serius

Ustadz Kholil: Capai Ketenangan Hati dengan Ikhlas Paling Serius

ums.ac.id, PABELAN – Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Akbar dengan tema ‘Ikhlas yang Paling Serius’ , yang dilaksanakan, Jumat, (20/10) di Masjid Pesma KH Mas Mansur UMS.

Narasumber Kajian Akbar, Ustadz Muhammad Kholil, menyampaikan terkait pentingnya ikhlas, khususnya dalam konteks rela bersungguh-sungguh.

“Makna ikhlas sebagai kesediaan untuk merelakan segala ketetapan Allah SWT. Ikhlas yang dimaksud adalah Ikhlas yang berbeda, yaitu kemampuan untuk merelakan semua takdir Allah, termasuk upaya, usaha, cita-cita, dan keinginan kita, bahkan jika hal tersebut tertunda atau tidak diberikan oleh Allah,” paparnya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Kholil menggarisbawahi pentingnya sikap sabar yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW. Dia mengajak para peserta acara untuk menerima dengan rela apa pun yang Allah berikan, sehingga mereka dapat menjadi individu yang paling puas, kaya dalam makna sejati, dan paling berserah kepada Allah SWT.

“Ketetapan dan ketentuan hidup berada di tangan Allah SWT, dan sebagai manusia, kita harus belajar untuk menerimanya, meskipun hal ini terkadang sulit. Namun, dengan usaha yang kuat, kita dapat memahami konsep Ikhlas dan menerima takdir Allah,” tegas Ustadz Kholil.

Ceramah ini juga mengupas Rukun Iman yang ke enam, yaitu : ‘Beriman kepada takdir’. Ustadz Muhammad Kholil menegaskan pentingnya untuk tidak menolak, ingkar, atau protes terhadap takdir Allah, dan menekankan bahwa kuncinya adalah merelakan dan menerima apa yang Allah berikan.

Dalam rangka mencapai ridha Allah SWT, Ustadz Muhammad Kholil menguraikan beberapa langkah kunci: (1) Mencintai Allah dengan tulus; (2) Mengharapkan kebaikan yang Allah janjikan melalui kerelaan hamba-Nya; (3) Memahami bahwa semua ketentuan Allah adalah baik, tidak ada yang buruk. Pandangan manusia tentang kebaikan dan keburukan dapat berbeda dengan pandangan Allah SWT.

Acara “Kajian Akbar” ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat terkhusus mahasantri untuk mendalami makna Ikhlas dalam kehidupan mereka. Selain itu, kajian kali ini juga mengingat pesan-pesan penting yang disampaikan Ustadz Muhammad Kholil, untuk selalu mencari ridha dalam setiap aspek kehidupan.

Acara kajian akbar ini berjalan dengan lancar yang dipandu oleh salah satu mahasantri Pesma, Akmal Haris. (Fika/Humas)