You are currently viewing Jadi Prodi Paling Diminati, PMB UMS Hanya Akan Terima 180 Kursi untuk Kedokteran UMS

Jadi Prodi Paling Diminati, PMB UMS Hanya Akan Terima 180 Kursi untuk Kedokteran UMS

ums.ac.id, SOLO – Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tahun ajaran 2024/2025 saat ini telah mencapai angka 1.081. Sebanyak 100 pendaftar telah dinyatakan lolos dan 30 pendaftar telah registrasi sebagai mahasiswa.

Data tersebut disampaikan oleh Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Dr., Triyono , S.E., M.Si., pada Sabtu (25/11) saat ditemui di kantornya.

“Target mahasiswa baru kemarin sudah ditetapkan univ kurang lebih 8000, Sarjana dan Pascasarjana. Mungkin tidak termasuk profesi,” tutur Triyono saat menyampaikan total target mahasiswa.

Dia juga menyampaikan saat ini, Fakultas Kedokteran masih menjadi yang paling diminati.

“Jumlah pendaftar yang paling tinggi masih ada di Kedokteran Umum, jumlah pendaftarnya 416, disusul Farmasi, kemudian Kedokteran Gigi, Psikologi, Manajemen, dan Hukum,” urutnya.

Triyono menyebutkan, pada setiap prodi terdapat batas mahasiswa yang diterima, telah ditentukan oleh masing-masing dekan fakultas seperti Kedokteran dengan kuota 180, Farmasi 200, dan Kedokteran Gigi 100 mahasiswa.

Saat ini, UMS masih membatasi reservasi pendaftaran Computer Based Test (CBT). Rencananya pada minggu ke dua Desember, UMS akan membuka tes CBT untuk setiap hari, Senin-Sabtu, dengan setiap harinya terbagi menjadi 4 sesi. Untuk seleksi jalur rapor, pendaftaran dibuka setiap saat dan bisa dilakukan kapanpun melalui koneksi internet.

Salah satu peserta tes CBT yang telah melakukan registrasi, Muhammad Devara Ariella itu mengungkapkan kebahagiaannya karena telah mendapatkan kampus.

“Rasanya sudah tenang, pikiran berkurang gitu,” ungkap Devara.

UMS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik menjadi salah satu alasan Devara mendaftarkan dirinya di kampus tersebut.

“Soalnya pandangan saya UMS itu memang terbaik menurut saya. Terus sama dulu kakak pernah daftar di sini, jadi saya ngikutin,” ungkap Siswa Kelas 12 asal Karanganyar itu.

Menurutnya, soal CBT itu susah-susah gampang. Namun dia bersyukur, karena telah mendapatkan almamater dan sekarang telah terdaftar sebagai mahasiswa UMS di Prodi Hukum. Latihan dan try out membantunya untuk mengasah kemampuannya, sehingga bisa lolos CBT. (Maysali/Humas)