Karanganyar, 24 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MAs Kelompok 92 telah berhasil menyelenggarakan Posyandu Remaja untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat, khususnya remaja, terkait stunting dan peran gizi dalam pencegahannya di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar pada tanggal 24 Agustus 2024.
Posyandu Remaja ini dihadiri oleh sekitar lebih dari 25 remaja dari berbagai kalangan di Desa Petung. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 92 memberikan pemaparan dan diskusi interaktif mengenai pemahaman dasar stunting, dampak buruknya bagi kesehatan dan perkembangan, serta peran asupan gizi yang seimbang dalam mencegah dan menanggulangi permasalahan stunting.
“Kami sangat senang dapat menyelenggarakan Posyandu Remaja ini sebagai salah satu program KKN kami. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja di Desa Petung terhadap isu stunting, serta mendorong mereka untuk menjaga pola makan yang sehat dan bergizi,” ujar Puput Ayu, Anggota Tim KKN MAs Kelompok 92.
Dalam sesi Posyandu Remaja, para mahasiswa juga memberikan pemeriksaan status gizi dan tinggi badan kepada peserta. Mereka kemudian memberikan edukasi dan konsultasi individual terkait hasil pengukuran tersebut.
“Kami sangat terkesan dengan antusiasme remaja Desa Petung dalam mengikuti Posyandu ini. Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk mempelajari lebih jauh mengenai stunting dan pentingnya gizi,” tambah Puput.
Pihak Poliklinik Kesehatan Desa Petung dan turut mendukung pelaksanaan Posyandu Remaja ini dengan menyediakan tenaga medis dan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang baik antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan instansi terkait. Kami berharap agar program ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran dan kesehatan remaja di Desa Petung,” ungkap Bapak Supriyadi, Kepala Desa Petung.
Keberhasilan mahasiswa KKN MAs Kelompok 92 dalam menyelenggarakan Posyandu Remaja diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa KKN lainnya untuk mengembangkan program-program serupa yang berfokus pada isu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
[Tim KKN MAs Kelompok 92/Desa Petung]









