ums.ac.id, YOGYAKARTA — Mahasiswa STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan, Wahyu Rofi’ Rasendriya, berhasil meraih gelar juara pada cabang olahraga (cabor) panahan tradisional divisi Horsebow dalam ajang Muhammadiyah Games 2026, Minggu (17/5/2026). Kemenangan ini terbilang luar biasa karena diraih secara mandiri tanpa didampingi oleh tim pelatih maupun official.
Pertandingan babak kualifikasi hingga fase eliminasi tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Wahyu sukses membawa pulang medali setelah melalui drama pertandingan yang sengit di partai puncak.
Sempat Tertinggal dan Balikkan Keadaan
Di babak final, Wahyu harus berhadapan dengan salah satu kandidat juara, Daffa Raya. Pada awal laga, Wahyu sempat tertinggal dengan skor telak 0-4 dari lawannya yang dikenal memiliki konsistensi tembakan yang sangat baik.
Namun, atlet asal Lamongan ini berhasil melakukan adaptasi cepat terhadap kondisi lapangan. Ia sukses membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan akhir lewat skor 6-4 setelah mendominasi akurasi bidikan pada rambahan-rambahan kritis berikutnya.
Berjuang Mandiri Menjadi Pelatih Diri Sendiri
Keberhasilan Wahyu menarik perhatian penonton karena ia bertanding seorang diri sejak awal kompetisi tingkat nasional ini dimulai. Tanpa kehadiran tim support yang biasa memberikan arahan teknis atau membaca arah angin, Wahyu terpaksa merangkap peran sebagai pelatih sekaligus manajer bagi dirinya sendiri.
Di tengah tekanan kompetisi, ia melakukan evaluasi mandiri di lapangan, meracik teknik tuning busur secara mendadak, serta mengkalkulasi kompensasi arah tembakan secara personal agar bidikannya dari busur horsebow tetap stabil.
Pencapaian Wahyu Rofi’ Rasendriya ini tidak hanya menyumbang prestasi bagi STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan, tetapi juga menjadi salah satu catatan sejarah penting dalam gelaran perdana Muhammadiyah Games 2026. Atlet muda ini membuktikan bahwa keterbatasan akomodasi tim bukan menjadi penghalang untuk meraih podium tertinggi di tingkat nasional.




