ums.ac.id, YOGYAKARTA — Atlet panahan dari SD Muhammadiyah Sidoarum, Fahmi Ahza Wicaksono, berhasil memecahkan rekor skor tertinggi pada babak kualifikasi divisi Panahan Standar Nasional SD jarak 20 meter dalam ajang 1st Muhammadiyah Games 2026, Jumat (15/5/2026). Kendati mencetak rekor baru, langkah Fahmi harus terhenti di babak eliminasi setelah kalah dari Muhammad Keanu Refi Atallah.
Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini langsung menempatkan Fahmi sebagai unggulan pertama (top seed) setelah mendominasi dua sesi di babak kualifikasi fase awal.
Detail Pemecahan Rekor Kualifikasi Panahan
Fahmi menunjukkan konsistensi tinggi sejak awal perlombaan dimulai. Pada sesi pertama babak kualifikasi, ia berhasil membukukan skor 350. Akurasi tersebut tetap terjaga pada sesi kedua dengan raihan skor sebesar 351.

Dengan akumulasi total skor 701 poin, Fahmi resmi mencatatkan diri sebagai pencetak skor tertinggi di kelas SD Putra Standar Nasional 20 meter. Angka ini sekaligus menjadi rekor kualifikasi terbaik sepanjang sejarah gelaran perdana Muhammadiyah Games.
Hasil Babak Eliminasi Head-to-Head
Meskipun unggul mutlak di babak kualifikasi, sistem gugur (head-to-head) pada babak eliminasi menghadirkan dinamika persaingan yang berbeda. Fahmi yang menyandang status unggulan pertama harus mengakui keunggulan Muhammad Keanu Refi Atallah.
Keanu tampil dengan performa solid di bawah tekanan dan berhasil memenangkan poin kritis. Hasil pertandingan ini sekaligus menghentikan langkah Fahmi untuk melaju ke perebutan medali di babak final.
Pembibitan Atlet Usia Dini Melalui PanahMU
Kompetisi tingkat sekolah dasar ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet usia dini di bawah naungan PanahMU. Peta kekuatan yang dinamis antara pemegang rekor kualifikasi dan pemenang babak eliminasi menunjukkan adanya pemerataan kualitas pembinaan kepemudaan.
Ajang 1st Muhammadiyah Games 2026 sendiri mempertandingkan berbagai divisi panahan, mulai dari Standard Bow, Horsebow, Panahan Tradisional, hingga Barebow Indonesia. Kompetisi ini diproyeksikan menjadi wadah evaluasi berkelanjutan demi melahirkan atlet masa depan untuk panahan Indonesia. (DIMAS)




