ums.ac.id, SURAKARTA – Saat overthinking menghantui generasi muda, kembali ke Al-Qur’an menjadi tumpuan harapan. Inilah yang mendorong organisasi Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Pemuda dan Al-Qur’an bertajuk “Overthinking Talk: Calm Your Mind with Al-Qur’an”.
Fenomena overthinking telah jamak diperbincangkan sebab banyak generasi muda yang mengaku pernah mengalaminya. MPQ UMS memandang perlunya penguatan unsur keagamaan dalam menghadapi overthinking. Salah satu caranya adalah dengan memahami pentingnya menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Ketua Panitia Qur’anic Festival 2026 Mailk Ibrahim mengatakan Seminar Pemuda dan Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi oase di tengah hiruk pikuk dunia. “Di tengah derasnya arus informasi, tekanan akademik, hingga tuntutan sosial, Al-Qur’an hadir sebagai penuntun yang mampu menghadirkan ketenangan dan harapan,” ujar Malik saat dihubungi pada Kamis (18/6/2026).
Menurut Malik, tema overthinking sangat dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa dan generasi muda saat ini. Ia menilai banyak anak muda yang kerap mengalami kecemasan dan kebingungan dalam menentukan arah hidup. Hal ini membuat generasi muda perlu pegangan yang kokoh.

“Melalui seminar ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai tempat kembali ketika hati merasa lelah, cemas, maupun kehilangan arah. Kami berharap peserta memperoleh sudut pandang baru bahwa ketenangan sejati lahir dari kedekatan dengan Allah melalui Al-Qur’an,” terusnya.
Seminar Pemuda dan Al-Qur’an sejatinya adalah kegiatan tahunan MPQ UMS. Acara ini merupakan rangkaian Qur’anic Festival 2026 dalam rangka menyambut milad ke-20 MPQ UMS. Seminar tersebut berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Minggu (14/6/2026).
Terdapat dua narasumber yang hadir dalam kegiatan tahun ini. Mereka adalah kreator dakwah, Fakhri Al Qosam, dan ulama tarjih, Ustaz Anton Ismunanto. Keduanya membahas wacana overthinking dari perspektif berbeda. Fakhri mengajak peserta memanfaatkan media digital secara bijak dan tidak menjadikan media sosial sebagai standar kebahagiaan maupun keberhasilan hidup.
Sementara Anton menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membentuk karakter, menguatkan keimanan, serta menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan hati yang tenang.
Untuk kesekian kalinya, MPQ UMS kembali menancapkan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani. Generasi muda yang berpaut pada Al-Qur’an. Menumbuhkan optimisme bahwa solusi atas kegelisahan hidup tidak hanya dicari melalui pendekatan duniawi, tetapi juga dengan membangun kedekatan kepada Allah melalui Al-Qur’an.
“Sejalan dengan semangat Milad ke-20 UKM MPQ UMS, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan memiliki ketangguhan mental di tengah tantangan zaman,” tegas Malik. (Gede/Humas)




