Akhirussanah Angkatan 24, Pesma UMS Dorong Mahasantri Jadi Insan Akademik dan Berakhlak Mulia

Muamaroh, Ph.D., Kepala Pesma Internasional KH Mas Mansur, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Jabran Ilham Sari sebagai Outstanding Female Mahasantri pada Akhirussanah Angkatan 24.
Muamaroh, Ph.D., Kepala Pesma Internasional KH Mas Mansur, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Jabran Ilham Sari sebagai Outstanding Female Mahasantri pada Akhirussanah Angkatan 24.

ums.ac.id, SURAKARTA – Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Akhirussanah Angkatan 24 pada Minggu (5/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Kepala Pesma Internasional KH Mas Mansur, Muamaroh, Ph.D., mengajak seluruh mahasantri untuk menjadikan akhir masa pembinaan sebagai momentum refleksi diri atas perjalanan selama 730 hari menimba ilmu dan membangun karakter di Pesma.

Akhirussanah merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Pesma Internasional KH Mas Mansur sebagai bentuk pelepasan bagi mahasantri yang telah menyelesaikan masa pembinaan dan bermukim sesuai ketentuan yang berlaku. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 69 mahasantri, terdiri atas 22 mahasantri putra dan 47 mahasantri putri, serta dihadiri oleh para wali mahasantri, pimpinan, staf, dan tamu undangan.

Muamaroh mengajak seluruh mahasantri untuk merenungkan kembali sejauh mana mereka memanfaatkan masa pembinaan di Pesma. Menurutnya, dua tahun atau sekitar 730 hari bukanlah waktu yang singkat untuk membentuk kebiasaan dan karakter.

Muamaroh, Ph.D., memberikan sambutan sekaligus pesan reflektif kepada seluruh peserta
Muamaroh, Ph.D., memberikan sambutan sekaligus pesan reflektif kepada seluruh peserta

Ia mengajak para mahasantri mengevaluasi diri, mulai dari konsistensi dalam melaksanakan salat berjamaah, kesungguhan mengikuti kelas-kelas keislaman, hingga akhlak kepada seluruh keluarga besar Pesma, baik pimpinan, staf, dosen pembina, petugas kantin, maupun petugas kebersihan.

“Hari ini adalah momen penting untuk melakukan refleksi diri. Silakan direnungkan, sudah seberapa istiqamah salat berjamaah, seberapa rajin mengikuti kelas untuk belajar ilmu agama, dan seberapa baik akhlak kita kepada semua yang telah membersamai selama di Pesma,” tutur Muamaroh, Rabu, (8/7/2026).

Muamaroh juga menegaskan bahwa usia 20–25 tahun merupakan fase yang menjadi fondasi kesuksesan seseorang di masa depan. Ia mengaku tidak mengkhawatirkan prestasi akademik para mahasantri karena banyak di antaranya telah berhasil meraih predikat cumlaude. Namun, menurutnya, keberhasilan akademik harus diimbangi dengan kesungguhan dalam menjalani proses pembinaan karakter di Pesma.

“Cumlaude bagi anak Pesma sudah menjadi hal yang biasa. Namun, apa yang kalian peroleh di Pesma akan menjadi bekal sepanjang hayat. Kebiasaan bangun pagi, salat berjamaah, disiplin, dan akhlak yang baik akan menjadi modal ketika memasuki dunia kerja, membangun rumah tangga, maupun hidup bermasyarakat,” pesannya.

Melalui Akhirussanah Angkatan 24, lanjutnya, Pesma Internasional KH Mas Mansur berharap seluruh lulusan mampu membawa nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang telah ditanamkan selama masa pembinaan, sehingga menjadi insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jika kamu tertarik untuk menjadi bagian dari Kampus Unggul Mendunia? Yuk segera daftar ke sini: pmb.ums.ac.id