ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Pada ajang Karate International Championship yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada 10-12 Juli 2026, kontingen UMS berhasil membawa pulang 13 medali, yang terdiri atas 2 emas, 7 perak, dan 4 perunggu.
Dua medali emas dipersembahkan oleh Fahmi Afif Rasyad dari Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik pada nomor Kumite >84 kg Mahasiswa Putra dan Fernian Syiela Wardani dari Prodi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan pada nomor Kumite <61 kg Mahasiswa Putri. Sementara itu, tujuh medali perak dan empat medali perunggu diraih atlet-atlet tim Karate UMS dari berbagai fakultas, menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan di lingkungan UKM Karate.
Pembina UKM Karate UMS, Ahmad Darmawan, S.T., mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet dalam menyusun strategi pembinaan maupun penentuan kelas pertandingan. Menurutnya, latar belakang pengalaman atlet yang beragam justru menjadi kekuatan tim ketika dipadukan dengan pemetaan yang tepat.
“Secara kualitas, atlet karate memiliki latar belakang dan pengalaman yang bervariasi. Strategi pemilihan atlet dan kelas tanding dari pengurus UKM yang didukung sinergi dengan pelatih menjadi faktor paling menonjol dalam meraih hasil maksimal di kejuaraan,” ujarnya, Selasa, (14/7/2026).

Ia menjelaskan, UKM Karate UMS telah memiliki sistem kaderisasi dan pembinaan prestasi yang semakin tertata. Tim pelatih mampu mengidentifikasi atlet-atlet potensial sejak dini dengan dukungan para alumni yang aktif memberikan pembinaan secara intensif. Ke depan, menurut Ahmad, pembinaan perlu diperkuat melalui regenerasi atlet dan pengembangan sport science berbasis data agar prestasi dapat meningkat secara berkelanjutan sekaligus memperkuat rekognisi UMS di tingkat internasional.
“Karate UMS memiliki pola perkaderan dan pembinaan prestasi yang relatif sudah tertata. Tim Pelatih mampu memetakan talent-talent yang potensial untuk menjadi juara, hal ini didukung adanya alumni yang terlibat dalam memberikan pembinaan dan pelatihan yang intens,” imbuhnya.
Salah satu peraih medali perak, Vania Ramadhani dari Program Studi Psikologi, mengaku keberhasilan tim tidak lepas dari disiplin latihan dan kekompakan antar atlet selama masa persiapan. Ia menyebut seluruh anggota tim menjalani latihan intensif selama dua bulan sebelum bertanding serta saling memberikan dukungan untuk menjaga motivasi.
“Dari awal persiapan kami saling mendukung satu sama lain. Teman-teman terus mengajak latihan dan saling menyemangati agar tetap optimistis saat pertandingan. Kekompakan itu membuat tekanan saat bertanding terasa lebih ringan karena kami merasa tidak sendirian,” tutur Vania.
Menurut Vania, salah satu tantangan terberat di arena pertandingan adalah menghadapi lawan dengan karakter bertahan dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, ia memilih bermain lebih sabar dengan menunggu momentum yang tepat untuk menyerang. Strategi tersebut membantunya mengamankan medali perak pada nomor Kumite <55 kg Mahasiswa Putri.
“Menurut saya yang paling bikin susah itu lawan yang dominan defensif lalu counter balik, jadi kalau asal menyerang malah kena serangan balasan. maka dari itu saya mainnya lebih sabar, nunggu dulu sampai dia melakukan serangan, baru saya masuk cari celahnya, jadi lumayan ampuh buat ngunci gerak lawan dan bikin saya lebih aman dari counter nya,” Kata Vania.
Prestasi di UIN Walisongo Semarang semakin mengukuhkan konsistensi UKM Karate UMS dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ke depan, tim menargetkan dapat menembus ajang yang lebih bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan nasional, sekaligus meningkatkan perolehan medali emas sebagai wujud kontribusi mahasiswa UMS di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun rincian perolehan medali atlet Karate UMS adalah sebagai berikut:
Medali Emas
1. Fahmi Afif Rasyad (Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik) – Kumite >84 kg Mahasiswa Putra.
2. Fernian Syiela Wardani (Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.
Medali Perak
1. Shazika Shafa Humaira (Program Studi Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika) – Kumite <50 kg Senior Putri dan Kumite <50 kg Mahasiswa Putri.
2. Viola Dwi Destarani (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.
3. Vania Ramadhani (Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putri.
4. Muchlis Dwi Angga Kusuma (Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putra.
5. Muhammad Labib Mu’azza (Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam) – Kumite <75 kg Mahasiswa Putra.
6. Satria Galuh Saputra (Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika) – Kumite <60 kg Mahasiswa Putra.
Medali Perunggu
1. Fahmi Afif Rasyad (Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik) – Kumite >84 kg Senior Putra.
2. Fernian Syiela Wardani (Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) – Kumite <61 kg Senior Putri.
3. Viola Dwi Destarani (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi) – Kumite <61 kg Senior Putri.
4. Danar Tri Prayoga (Program Studi Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika) – Kumite <67 kg Mahasiswa Putra.
(ARP/Humas)




