ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkerja sama dengan Puskesmas Gatak dan Pemerintah Desa Sraten, Sukoharjo, melaksanakan kegiatan tes kebugaran jasmani dengan metode Rockport, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini diikuti dengan antusias sebanyak 85 peserta dengan rentang usia 20-50 tahun.
Tes Kebugaran Metode Rockport merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran kardiorespirasi seseorang melalui aktivitas berjalan cepat atau berlari ringan sejauh 1,6 kilometer (1 mil). Hasil tes tersebut digunakan sebagai gambaran kondisi kebugaran peserta sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program latihan fisik maupun edukasi kesehatan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.
Sebelum memulai tes, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan awal sebelum melakukan tes. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, denyut nadi, tinggi badan, berat badan, dan gula darah sewaktu. Pemeriksaan awal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna menjamin keamanan peserta selama mengikuti aktivitas fisik.

Dosen pendamping kegiatan Farid Rahman, SSt.Ft., M.Or., Ftr., menyebutkan, peserta diminta berjalan secepat mungkin atau berlari ringan sesuai kemampuan masing-masing untuk menempuh jarak 1,6 kilometer. Waktu tempuh setiap peserta dicatat secara teliti menggunakan stopwatch, sedangkan denyut nadi segera diukur setelah peserta menyelesaikan lintasan sebagai bagian dari komponen penilaian kebugaran.
Selanjutnya para mahasiswa dan tim melakukan pencatatan dan evaluasi hasil pemeriksaan. Data berupa waktu tempuh, denyut nadi setelah tes, usia, jenis kelamin, serta hasil estimasi tingkat kebugaran berdasarkan dihitung dengan rumus Metode Rockport.
“Berdasarkan hasil Tes Kebugaran Metode Rockport, sebagian besar peserta berada pada kategori kebugaran cukup hingga baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki aktivitas fisik yang relatif memadai, meskipun masih ditemukan beberapa peserta dengan kategori kebugaran kurang sehingga memerlukan pembinaan melalui olahraga teratur dan penerapan gaya hidup sehat,” ujari Farid, Rabu (15/7/2026).
Suasana kegiatan juga berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Meskipun kemampuan fisik peserta bervariasi, seluruh peserta mampu menyelesaikan lintasan sesuai kapasitas masing-masing tanpa mengalami kejadian yang mengganggu jalannya kegiatan.

“Hal ini menunjukkan bahwa persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tes telah berjalan dengan baik sehingga kegiatan dapat berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat, rutin berolahraga sesuai kemampuan, serta melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Kegiatan Tes Kebugaran Metode Rockport juga menjadi salah satu bentuk nyata upaya promotif dan preventif yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
Salah satu peserta tes, Terin (24 tahun), mengakui akan manfaat dari diadakannya tes dan pengecekan kesehatan gratis.
“Dengan adanya kegiatan Rockport yang disertai dengan cek kesehatan gratis ini, kami, khususnya saya, menjadi tahu tingkat kesehatan dan kebugaran tubuh, sehingga kami menjadi lebih peduli terhadap kesehatan tubuh masing-masing. Kalau bisa kegiatan ini dilakukan secara rutin dan pelaksanaannya di pagi hari,” tuturnya.
Selain itu, Rizky (35 tahun), juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan dan tingkat kebugaran setiap karyawan, sehingga mereka dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan sumber daya manusia,” ujarnya. (Maysali/Humas)




