ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengajak peserta The 3rd Nursing Summer Course 2026 untuk mengunjungi Panti Jompo Aisyiyah Sumber, Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk memahami secara langsung pelayanan keperawatan geriatri dan pentingnya pendekatan holistik dalam merawat lanjut usia.
Kegiatan diawali dengan penyambutan oleh pihak Panti Jompo Aisyiyah Sumber. Peserta diperkenalkan dengan profil panti, layanan, serta berbagai program bagi para lansia sebagai bekal sebelum mengikuti rangkaian kegiatan.
Dosen Program Studi Keperawatan UMS, Dr. Martina Eka Cahyaningtyas, S.Kep., Ns., M.Kep., yang turut mendampingi peserta selama kegiatan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata dalam memahami praktik keperawatan geriatri.

“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar mengenai keperawatan geriatri, tetapi juga mengembangkan empati, komunikasi, dan kepedulian terhadap lansia. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal dalam memberikan pelayanan keperawatan yang holistik,” ujarnya, Jumat, (7/8/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026), peserta mengikuti Senam Aisyiyah Bahagia bersama lansia yang masih memiliki kemampuan mobilisasi dengan baik. Selanjutnya, peserta mendampingi kegiatan Range of Motion (ROM) bagi lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada peserta mengenai pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi setiap lansia.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan art activity berupa anyaman kertas dan mozaik dari biji-bijian. Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas, kemampuan motorik halus, serta mempererat interaksi antara peserta dan para lansia.
Menjelang siang, peserta membagikan makanan ringan dan mendampingi proses makan siang para lansia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah sebagai bagian dari pembinaan spiritual penghuni panti.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan TPA dengan mendampingi para lansia membaca Iqra’ maupun Al-Qur’an sesuai kemampuan masing-masing.
Selanjutnya, peserta juga memberikan pendampingan dalam kegiatan personal hygiene bagi lansia. Lansia yang masih mampu melakukan perawatan diri tetap melakukannya secara mandiri, sedangkan lansia yang memerlukan bantuan didampingi oleh perawat panti bersama peserta Nursing Summer Course.
Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa internasional mempelajari pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesehatan, mencegah infeksi, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup lansia.
Menurut Martina, melalui kegiatan ini, para mahasiswa peserta Nursing Summer Course memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik keperawatan geriatri di Indonesia, sekaligus mengembangkan kompetensi profesional, kepedulian sosial, serta kemampuan memberikan pelayanan keperawatan yang holistik di berbagai lingkungan dan latar budaya. (Adi/Humas)




