Prodi Kesmas UMS Dampingi KUB Kranggan Makmur Perkuat K3 dan Pengelolaan Limbah

ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui tim pengabdian penerima hibah pendanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) mulai mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kranggan Makmur dalam penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengelolaan limbah industri tahu. Tahap awal pendampingan dilakukan melalui analisis situasi di lokasi produksi KUB Kranggan Makmur, Sukoharjo, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim pengabdian yang diketuai Salsabila Purnamasari, S.K.M., M.P.H., melakukan identifikasi terhadap kondisi K3, pemanfaatan ampas tahu, serta pengelolaan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas produksi.

Dalam melaksanakan analisis situasi tersebut, tim UMS mengunjungi langsung lokasi produksi dan berdiskusi dengan Ketua KUB Kranggan Makmur, Ponimin. Pembahasan mencakup aktivitas produksi sehari-hari, kondisi keselamatan pekerja, pemanfaatan ampas tahu, hingga sistem pengelolaan limbah cair yang selama ini diterapkan kelompok.

“Dari aspek K3, tim melihat masih terdapat keterbatasan dalam penerapannya. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik industri tahu yang berada pada sektor informal, dengan keterbatasan sarana, fasilitas, dan kondisi lingkungan kerja. Karena itu, pendampingan UMS akan diarahkan pada penerapan langkah-langkah K3 yang sederhana, realistis, dan sesuai dengan kondisi mitra,” kata Salsabila, Sabtu (22/8/2026).

Sementara itu, ampas tahu yang selama ini dihasilkan KUB Kranggan Makmur telah dimanfaatkan dengan menjualnya kepada pihak ketiga untuk pakan ternak. Melalui program pengabdian ini, tim UMS akan mengembangkan alternatif pemanfaatan ampas tahu melalui biodigester. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil samping produksi sekaligus mendukung pengelolaan industri yang lebih ramah lingkungan.

Pengelolaan limbah cair juga menjadi salah satu fokus utama pendampingan. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan mitra, limbah cair dari proses produksi saat ini langsung dialirkan ke selokan dan sungai tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Meskipun berdasarkan pengamatan di lapangan limbah tersebut tidak menimbulkan bau yang menyengat, kondisi tersebut tetap menjadi aspek yang akan ditindaklanjuti melalui pendampingan dan perbaikan pengelolaan limbah.

“Kami ingin program ini berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi mitra. Tidak semua standar ideal dapat langsung diterapkan pada industri informal. Karena itu, kami akan mencari solusi K3 dan pengelolaan lingkungan yang sederhana, memungkinkan dilakukan, dan dapat dipertahankan oleh KUB,” ujar Salsabila.

Ketua KUB Kranggan Makmur, Ponimin, menyambut baik pendampingan yang dilakukan UMS. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi kelompok untuk berdiskusi mengenai kondisi produksi sekaligus mencari alternatif perbaikan yang sesuai dengan kemampuan usaha. Hasil analisis situasi selanjutnya menjadi dasar bagi tim pengabdian Prodi Kesehatan Masyarakat UMS dalam melaksanakan tahapan pendampingan berikutnya, meliputi penguatan praktik K3, penerapan biodigester untuk pemanfaatan ampas tahu, serta peningkatan pengelolaan limbah cair.

Melalui program tersebut, tim pengabdian UMS berupaya mendukung KUB Kranggan Makmur agar dapat menjalankan kegiatan produksi secara lebih aman bagi pekerja, tetap produktif, serta semakin memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Tim pengabdian Prodi Kesehatan Masyarakat UMS juga menyampaikan apresiasi kepada DRTPM, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. (ARP/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta