ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Teknik Sipil Kelas Internasional Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memberangkatkan 7 mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran ke Universiti Tun Hussein Onn (UTHM) Malaysia.
Ketua Prodi Teknik Sipil UMS Anto Budi Listyawan, S.T., M.Sc., menyebut ketujuh mahasiswa itu antara lain: Muhammad Arkan Firdaus, Rakyan Rafli Satriyo Suryo Sadono, Arfaa Zaharani Kusumaningputri, Adam Syarufa, Gagah Lindu Walesta, Riz Asyraf M., dan Darell Wijaya Ariawan.
Anto mengatakan program kuliah pertukaran di UTHM akan memakan waktu selama satu semester. Program itu akan dimulai awal Oktober mendatang. “Mulai kuliahnya di awal Oktober. Kemudian selesai sekitar Februari,” ujar Anto, Senin (29/9).

Selama satu semester penuh, kata Anto, mereka akan mengikuti pembejalaran di dalam kelas dan praktik di laboratorium milik UTHM. Skema pertukaran tersebut mencakup program transfer kredit. Mahasiswa UMS nantinya akan mengonversikan nilai yang diperoleh di UTHM dengan capaian pembelajaran mata kuliah yang berlaku di UMS.
Anto menjelaskan program pertukaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengalaman internasional bagi mahasiswa Teknik Sipil Kelas Internasional UMS. Belajar di negeri orang akan menambah pengalaman baru bagi mahasiswa.
Anto juga menyebut mahasiswa dapat membandingkan suasana akademik di UTHM dengan di UMS. Mahasiswa UMS, lanjut dia, diharapkan dapat mengimplementasikan pengalaman belajar di Malaysia sepulangnya ke Tanah Air.
“Mereka juga membawa misi organisasi CESA (Civil Engineering Student Association) untuk menjalin kerja sama dengan student union di UTHM,” imbuh dia.
Diketahui program pertukaran tersebut telah berlangsung sejak 2014. Selain program transfer kredit, UMS juga pernah mengirimkan sejumlah mahasiswanya untuk melakukan magang industri di Malaysia. Anto menuturkan UMS juga pernah mengundang sejumlah mahasiswa UTHM untuk mengikuti summer course di UMS.
Anto berharap mahasiswa UMS yang mengikuti program pertukaran ke luar negeri hendaknya mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya di negara tujuan. “Saya berharap adik-adik yang berangkat benar-benar mempersiapkan dirinya secara mental dan secara culture,” harap dia. (Gede/Humas)




