ums.ac.id, SURAKARTA – Dalam rangka menggaungkan serta memperkenalkan seni dan budaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Arteviva di Lapangan Griya Mahasiswa Kampus 1 UMS.
Arteviva merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat kesenian di lingkungan kampus. Nama Arteviva berasal dari bahasa Italia yang terdiri dari kata Arte (seni) dan Viva (hidup/kehidupan), yang bermakna “seni yang hidup”. Konsep ini menggambarkan bahwa seni bukan sekadar karya mati, melainkan sesuatu yang tumbuh dan berinteraksi dengan manusia serta lingkungannya.
Kegiatan Arteviva kali ini mengintegrasikan tiga aspek utama seni, yakni pameran seni rupa, pertunjukan musik, dan stand up comedy. Tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya seni, Arteviva juga menjadi wadah penyaluran kreativitas dan pembelajaran budaya yang membangun kesadaran kolektif mahasiswa terhadap nilai estetika, identitas, dan keberagaman budaya.

Ketua panitia Arteviva, Muhammad Adani Mufid, menjelaskan makna tema kegiatan “Distorsi Tawa Revolusi Nada” dalam sambutannya.
“Kami mengusung tema tersebut sebagai upaya memperdalam pemahaman tentang budaya dalam masyarakat melalui cara yang modern. Acara ini diisi dengan stand up comedy dan pertunjukan musik sebagai bentuk ekspresi budaya yang terinspirasi oleh konteks sosial dan budaya,” jelasnya, Senin (13/10).
Senada dengan hal itu, Wakil Presiden Mahasiswa UMS, Teguh Jaiyanur Akbar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh panitia serta peserta yang hadir.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia. Untuk para hadirin, semoga dapat menikmati acara ini hingga akhir. Harapan saya, acara ini menjadi ruang untuk melepas penat dan bermediasi, serta dapat berjalan lancar sampai selesai,” tuturnya.
Acara turut dimeriahkan oleh sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMS, di antaranya penampilan Tari Merak oleh Teater Lugu, stand up comedy oleh Stand Up Comedy UMS, serta penampilan musik dari Mclours Band Unit Seni dan Film (USF).
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/10) itu, diharapkan dapat tumbuh minat dan perhatian mahasiswa terhadap dunia kesenian, sekaligus menunjukkan kepedulian universitas terhadap perkembangan seni di lingkungan kampus. (Didin/Adi/Humas)




