ums.ac.id, SURAKARTA – Program studi Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mempertahankan predikat unggul dalam akreditasi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar UMS, Dr. Choiriyah Widyasari, S.Psi., M.Psi., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan visi prodi untuk mempertahankan akreditasi unggul.

“Alhamdulillah, ini berkah Ramadan, nggih. Baik sarjana maupun magister, sama-sama berhasil mempertahankan akreditasi unggul,” kata dia, Jumat (7/3).
Beberapa kriteria penilaian dalam akreditasi tersebut, antara lain tata kelola institusi, visi keilmuan program studi, hingga luaran yang dihasilkan mahasiswa dan dosen.
Dosen yang akrab disapa Ira itu mengatakan prodi Magister Pendidikan Dasar berhasil meraih skor total 380. Sementara skor minimal untuk mendapat akreditasi unggul adalah 365.
“Saya kira untuk jenjang S-2, nilai 380 itu sudah pada kriteria hasil yang sangat bagus,” imbuh Ira.
Tugas besar selanjutnya, Ira meneruskan, adalah mempertahankan akreditasi unggul tersebut di tahun-tahun mendatang. Prodi Magister Pendidikan Dasar juga membidik target internasionalisasi sesuai visi UMS untuk mendunia.
Sejumlah langkah telah dilakukan untuk mengejar target internasionalisasi, yakni mengirimkan mahasiswa ke sejumlah seminar internasional yang bereputasi, hingga menginisiasi kerja sama penelitian dan pengabdian dosen dengan kampus maupun lembaga penelitian internasional.
“Untuk pengembangan lembaga, kami orientasinya sudah tidak bicara lagi dalam negeri, tetapi luar negeri,” tegasnya.
Reputasi prodi Magister Pendidikan Dasar rupanya menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di program tersebut. Tahun lalu misalnya, menurut data yang dihimpun dari Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS, jumlah mahasiswa asing yang berminat belajar di Magister Pendidikan Dasar mencapai 32 orang.
“Animo tersebut cukup menggembirakan. Artinya jenjang magister ini kian diminati mahasiswa asing. Apalagi ada beasiswanya,” tutur Ira.
Dia berharap calon mahasiswa asing yang mendaftar di prodinya dapat merampungkan proses admisi, sehingga dapat belajar di prodi Magister Pendidikan Dasar.
Disinggung mengenai rencana pembukaan kelas internasional, Ira optimis bahwa kurikulum dan tenaga pengajar Magister Pendidikan Dasar telah siap menyambut mahasiswa asing yang hendak belajar.
“Kami terus komunikasi dengan Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS. Kurikulum saya kira juga sudah mendukung dan tidak ada masalah. Semoga bisa,” pungkasnya. (Gede/Humas)




