BPP UMS Gelar Workshop OBE, Terus Hasilkan Lulusan Berkompetensi Sangat Baik

ums.ac.id, SOLO – Terus menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi sangat baik, Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Outcome-Based Education bagi Manajemen dan Dosen UMS yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, Jumat, (3/5).

Kegiatan itu dilaksanakan bagi Pejabat Struktural dan Dosen Non-Pejabat Struktural UMS yang belum mengikuti Workshop OBE pada 23-24 April 2024. Menghadirkan narasumber Kepala BPP UMS, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., dan Kepala Biro Inovasi (BIP) UMS, Dr., Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd.

Kepala BPP UMS, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., dalam paparan materinya menjelaskan terkait dengan filosofi OBE yang dianalogikan dengan gambar makanan dengan menu utama soto beserta makanan pelengkapnya. Di gambar tersebut para peserta ada yang pertama kali melihat sate, sambal, tahu, seledri, jeruk pecel, dan lain-lain.

“Kalau bapak ibu lihat yang ada disini, kita bisa melihat bahwa menu utamanya sebenarnya soto. Ternyata soto akan lebih nikmat jika dimakan menggunakan makanan pelengkap seperti gorengan, sambel, seledri, dan lain-lain,” papar Munajat.

Ada berbagai macam jenis soto, tambahnya. Ada soto daging, soto ayam, soto makasar, dan lain sebagainya. Kita bisa melihat bahwa sama-sama soto saja memilik berbagai jenis variasi, masing masing punya kekhasan. Ada soto yang memiliki khas di bumbunya, dagingnya, atau di proses memasaknya. Paradigma ini lah yang sebenarnya kita lihat.

“Kalau hanya sekedar membuat soto ayam, itu yang dinamakan output. Tapi yang membedakan output dengan outcome yaitu apa saja atribut pendukung dari soto ayam tersebut. Yang mana outcome inilah yang akan dicari orang,” jelasnya.

Munajat menambahkan bahwa yang membedakan lapangan pekerjaan memilih lulusan dari suatu kampus tertentu adalah outcomenya. Kalau hanyan melihat pada ijazah lulusannya saja, itu semua bisa membuat. Tapi bagaimana outcome ini bisa diterima masyarakat, ini hal yang perlu dipahami.

“Kalau yang kita fokuskan hanya kepada lulusannya sendiri tanpa melihat di atribut yang melekat, maka kita hanya menghasilkan output saja. Namun UMS sudah bergeser kepada outcome, bahwa tugas kita adalah menghasilkan lulusan yang berkompetensi,” pungkasnya.

Pada materi selanjutnya, Kepala Biro Inovasi Pembelajaran (BIP) UMS, Dr., Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan paparan materi tentang Penilaian Berbasis Capaian atau Outcome Based Assesment.

Dalam paparannya, ada 4 point penting dalam Penilaian/Assesment. Penilaian tersebut meliputi: (1) Assessment Case-Based Learning (CBL) dan Project Based Learning (PjBL) tergantung pada capaian pembelajaran yang dimunculkan; (2) Cara sederhana melakukan assessment berdasarkan capaian pembelajaran adalah menggunakan Rubrik dan Portofolio; (3) Rubrik adalah suatu panduan bagi fasilitator untuk melakukan penilaian yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan terhadap mutu pekerjaan mahasiswa; (4) Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang menunjukan perkembangan capaian pembelajaran mahasiswa dalam satu periode tertentu. (Yusuf/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta