ums.ac.id, SURAKARTA – Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai ruang kelas 5 di SDN 01 Karangasem, Surakarta. Sebanyak 76 siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi dalam acara edukasi kesehatan bertajuk “Hidup Bersih, Cegah Cacingan, Wujudkan Masa Depan Cerah, bersama IMM AR-Razi” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR-Razi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Ketua Pelaksana, Revalina Adinda Zakaria, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini didasari oleh keprihatinan terhadap minimnya pengetahuan anak-anak tentang bahaya cacingan. Ia menyebut, kegiatan yang merupakan bagian dari program Hibah Penelitian dan Pengembangan Ormawa (PPO) UMS 2025 ini digagas untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini.
“Edukasi tentang bahaya cacingan dan cara pencegahannya kami rasa masih kurang dikenal oleh anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak cuma tahu teori, tapi juga bisa dan terbiasa melakukannya setiap hari. Dimulai dari hal kecil seperti cuci tangan yang benar, karena dari situlah kesehatan mereka terjaga,” ujar Revalina, Selasa (7/10).

Ia menambahkan, pemilihan tema pencegahan cacingan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa infeksi cacing merupakan masalah kesehatan mendasar yang sering luput dari perhatian, terutama pada anak-anak.
“Padahal, cacingan memiliki dampak serius karena menyebabkan pencurian nutrisi dan dapat memicu keterlambatan perkembangan fisik dan mental siswa. Inilah yang mendorong PK IMM FK UMS merasa penting untuk memberikan edukasi yang tepat, mengingat siswa adalah kelompok usia yang paling rentan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, materi pertemuan pada Selasa (26/8) yang disampaikan oleh pemateri sekaligus dosen pembimbing, dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc., berfokus pada dua pilar pencegahan. Pilar pertama adalah kebersihan pribadi, yakni mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga kebersihan kuku yang teratur. Pilar kedua adalah praktik lingkungan, dengan penekanan pada penggunaan alas kaki saat berada di luar ruangan, terutama di area berpasir atau berlumpur, untuk memutus rantai penularan.

Sesi penyuluhan berlangsung sangat interaktif. dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc., berhasil membuat para siswa tak ragu untuk tunjuk tangan dan berebut maju ke depan saat sesi tanya jawab dibuka, sebuah pemandangan yang diakui panitia melebihi ekspektasi awal.
Tak hanya teori, para panitia dari IMM FK UMS juga mengajak siswa untuk praktik langsung. Di salah satu sesi, seluruh ruangan menjadi ceria saat panitia dan siswa bersama-sama memperagakan enam langkah cuci tangan standar WHO diiringi alunan lagu. Selain itu, para siswa juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan sederhana, meliputi pengecekan kebersihan kuku dan penimbangan berat badan.
Keberhasilan program ini terlihat dari peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti rangkaian acara.
“Hal ini terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. Harapan kami, ilmu yang didapat bisa diterapkan secara nyata, seperti membiasakan cuci tangan sebelum makan, sehingga tidak berhenti di acara ini saja,” imbuh Revalina.
Inisiatif mahasiswa UMS ini mendapat sambutan luar biasa dari pihak sekolah. Perwakilan Kepala Sekolah, Gati Widyawati, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Bahkan, antusiasme yang tinggi dari kelas-kelas lain mendorong pihak sekolah untuk menawarkan kerja sama lebih lanjut agar FK UMS dapat menjadi mitra dalam program kesehatan sekolah ke depannya. (Fika/Humas)




