Cegah Kekambuhan Penyalahgunaan Narkoba, Dosen Psikologi UMS Kembangkan Model Kesehatan Mental Holistik

ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Penelitian Kolaborasi SKIM Katalis Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), yang dipimpin oleh Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Eny Purwandari, S.Psi., M.Si., menggelar Diskusi Kelompok Terarah (FGD) di Hotel University Club Yogyakarta.

Acara ini merupakan bagian dari penelitian konsorsium kerjasama dari 3 universitas dengan SKIM Katalis DRTPM.

Konsorsium ini terdiri dari tiga tim peneliti utama, yaitu : (1) Dr. Eny Purwandari, S.Psi., M.Si. (Universitas Muhammadiyah Surakarta); (2) Ema Madyaningrum, S.Kep., NS., M.Kes., Ph.D (Universitas Gadjah Mada); (3) Dr. Nurlaela Widyarini, S.Psi., M.Si (Universitas Muhammadiyah Jember), yang berfokus pada pengembangan pendekatan holistik dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, yang melibatkan kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam proses rehabilitasi.

Eny menyampaikan kegiatan itu bertujuan untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai model kesehatan mental holistik dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba serta mengurangi angka kekambuhan pengguna narkoba di Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh berbagai pakar, praktisi, dan perwakilan lembaga terkait itu, mengangkat tema utama tentang ‘Tantangan dan Solusi yang dihadapi dalam Rehabilitasi Narkoba’, baik di Lembaga Pemasyarakatan maupun Lembaga Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN).

“FGD tersebut melibatkan pakar psikologi forensik, ahli kesehatan jiwa, serta perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo, dan Lapas Narkotika Yogyakarta,” papar Eny sebagai Pemimpin Konsorsium.

Eny menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi masalah serius terkait penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data dari BNN 2023, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,2% dari total populasi, dengan lebih dari 3,6 juta orang terpapar.

“Angka kekambuhan pengguna narkoba setelah menjalani rehabilitasi pun masih cukup tinggi, yaitu mencapai 40-50%. Kondisi ini diperburuk dengan faktor sosial, seperti kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar serta stigma negatif yang dihadapi para pengguna narkoba,” jelasnya.

Tujuan digelarnya FGD yang berlangsung pada Selasa, (3/12) itu untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan rehabilitasi narkoba serta untuk meningkatkan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi oleh lembaga-lembaga rehabilitasi.

Selain itu, Eny mengatakan diskusi itu juga bertujuan untuk menggali ide-ide baru dalam pengembangan instrumen asesmen yang lebih efektif dan mendukung kolaborasi lebih erat antar lembaga dan pihak terkait.

“Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi diskusi. Sesi Pertama, membahas tantangan dalam proses asesmen dan rehabilitasi bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan lembaga rehabilitasi BNN. Sedangkan sesi ke dua, berfokus pada dinamika psikologis penyalahgunaan narkoba dan kekambuhan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental pengguna narkoba,” ungkap Dosen Fakultas Psikologi UMS itu.

Beberapa pertanyaan yang diangkat dalam diskusi ini antara lain, tambah Eny, mengenai efektivitas program rehabilitasi yang ada saat ini, tantangan yang dihadapi dalam rehabilitasi, serta peran keluarga dan sistem dukungan dalam membantu pemulihan pengguna narkoba.

Menurutnya, penanganan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya berfokus pada aspek fisik atau psikologis saja, namun harus memperhatikan seluruh aspek biopsikososial-spiritual yang memengaruhi seseorang. Oleh karena itu, pendekatan holistik dianggap sebagai solusi yang lebih efektif dalam mencegah kekambuhan serta mendukung kesembuhan jangka panjang bagi pengguna narkoba.

Di akhir acara, para peserta FGD memberikan rekomendasi terkait pengembangan program rehabilitasi narkoba yang lebih terintegrasi dan berbasis pada kesehatan mental holistik. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi dasar untuk kebijakan yang lebih baik dan lebih komprehensif dalam pencegahan serta rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di Indonesia. (Yusuf/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta