ums.ac.id, KARANGANYAR – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui program Pengabdian pada Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) melaksanakan kegiatan bertajuk “Upaya Pencegahan, Deteksi Dini, Diagnosis dan Tata Laksana Stunting pada Balita dan Kader Balita di Desa Baturan, Tohudan, Blulukan, Klodran dan Gedongan, Kabupaten Karanganyar yang Diampu Puskesmas Colomadu II.”
Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Tri Agustina, M.Gizi, dan melibatkan tim dosen lintas bidang, yaitu dr. Restu Triwulandani Tolibin, Sp.A; Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc.; dr. Nining Lestari, M.P.H.; serta dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc. Tim ini juga didukung oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran UMS.
Menurut Tri Agustina, program ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Colomadu II, yang mencapai 80 kasus pada tahun 2023. “Selain itu, sebanyak 348 kader balita yang tersebar di lima desa belum pernah mendapatkan pelatihan terstruktur mengenai nutrisi anak maupun penanganan stunting,” ujar Tri Agustina saat ditemui Jumat (1/8).

Sebagai solusi, tim merancang serangkaian pelatihan yang mencakup pengukuran antropometri sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO), pemberian ASI eksklusif, penyusunan MPASI bergizi seimbang, pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani, serta edukasi dan tata laksana penggunaan Panganan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).
Kegiatan dimulai dengan survei di wilayah mitra dan dilanjutkan dengan koordinasi bersama pihak Puskesmas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, termasuk pelatihan kader, edukasi kepada orang tua, dan pemeriksaan antropometri secara rutin kepada balita.
“Pelatihan kader menjadi langkah kunci dalam upaya pencegahan stunting. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat,” jelas Tri Agustina.
Luaran dari kegiatan ini meliputi video dokumentasi, publikasi ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat, serta berita di media massa dan media sosial. Selain itu, tim juga menyusun modul edukasi, flyer, dan mengajukan hak cipta atas materi yang dikembangkan.
Restu Triwulandani Tolibin menyampaikan, keberlanjutan program turut menjadi perhatian utama. Tim merancang monitoring berkala terhadap kader, evaluasi perkembangan balita setelah intervensi, serta potensi integrasi kegiatan ke dalam layanan posyandu rutin.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi model praktik baik dalam pencegahan stunting berbasis komunitas dan kader,” tutur Restu Triwulandani Tolibin.
Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata FK UMS dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehatdan Sejahtera serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Fika/Humas)




