ums.ac.id, SURAKARTA — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMP HES) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Diklat calon pengurus HMP pada Sabtu – Minggu, (22-23/11), berlangsung di Ndalem Gitosoemartan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar Jawa Tengah, dan diikuti sebanyak 31 peserta.
Mengangkat tema “Lead with Heart, Inspire with Action” yang menekankan dua inti kepemimpinan utama, yaitu kepemimpinan berbasis hati dan ketulusan lalu keteladanan melalui tindakan nyata dan berdampak.
Kesia Rizki Fauzia, selaku ketua panitia diklat tahun ini, dalam sambutannya menjelaskan maksud dari tema diklat tahun ini.
“Dari tema kita, Love with Heart, Inspire with Action. Kita belajar bahwa memimpin itu bukan cuma soal posisi, tapi soal keberanian untuk punya hati, berempati, dan mau bergerak bareng-bareng,” tuturnya Sabtu, (29/11).

Senada dengan hal itu, Ketua umum HMP HES, Oyan Sugianto, menyoroti pentingnya memberikan dampak nyata bagi mahasiswa yang berproses di organisasi.
“Kiita di HMP HES ini, akan diberikan dispensasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan lain sebagainya. Harapannya prodi bisa memberikan itu kepada teman-teman, itu yang sedang kita ikhtiarkan di tahun ini,” jelasnya.
Diklat yang berlangsung selama dua hari semalam ini, berisikan tiga materi wajib yang harus dikuasai oleh pengurus baru.
Materi pertama, Organisasi, disampaikan oleh Anas Asy’ari Nasuha, S.H., ia menjelaskan, bahwa seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi, mengarahkan, dan menginspirasi.
“Dalam sebuah organisasi pemimpin ideal harus mampu mempengaruhi, mengarahkan dan menginspirasi, serta berpegang pada tiga nilai utama: semangat, integritas dan idealisme.” ujarnya.
Materi kedua, Pemimpin dan Kepemimpinan, dibawakan oleh Oyan Sugianto, dalam pemaparannya ia mengatakan, bahwa pemimpin adalah seorang yang menekankan kepentingan bersama.
“Pemimpin adalah individu yang memiliki peran penting dalam mengarahkan orang lain demi mencapai tujuan bersama. Berbeda dengan pemimpin yang berfokus pada individu perseorangan. Kepemimpinan adalah proses, seni dan sistematika yang digunakan untuk memimpin,” ungkapnya.
Materi ketiga, Manajemen Konflik, di sampaikan oleh Bunga Cinta Ari Putri, dari pemaparannya dapat disimpulkan bahwa konflik tidak dapat dihindari, tetapi bisa dikelola dengan memahami sumber konflik, bersikap terbuka, berkomunikasi secara empatik dan menggunakan penyelesaian yang tepat. Ia juga menekankan bahwa konflik bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipelajari dan dijadikan pijakan menuju kondisi yang lebih harmonis.
Dalam rangka penguatan mental dan keberanian calon pengurus, uji nyali terarah di malam hari turut menghiasi rangkaian acara.
Penutupan & Pelantikan kegiatan ini, dilakukan pada Minggu, (23/11). Dengan diselenggarakannya acara ini, Kesia berharap HMP HES dapat menjadi perantara dini atas wawasan kepemimpinan. Ia juga berterimakasih kepada seluruh pihak terkait dalam acara ini.
“Terimakasih teman-teman semua yang telah memilih HMP HES sebagai rumah belajar, bertumbuh, dan berproses,” ungkapnya.
Oyan, menutup acara ini sembari mengungkapkan harapannya kepada seluruh peserta.
“Yang paling pasti adalah tetap menjaga komitmen teman-teman selama di HMP HES dan tetap menjaga nama baik pribadi maupun instansi,” ujarnya.
Dengan berakhirnya diklat ini, HMP HES berharap para seluruh anggota baru dapat membawa semangat kepemimpinan yang berkarakter serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan lingkungan sekitarnya. (Zahfa/Adi/Humas).




