Dua Kader IPM Jawa Tengah dari UMS Ikuti Kelas Pemuda Antikorupsi KPK RI

ums.ac.id, SURAKARTA – Dua kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah yang juga berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Kelas Pemuda Antikorupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Kota Semarang pada 29–30 Oktober 2025.

Kedua kader tersebut adalah Rezza Fahlevi, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UMS sekaligus Kepala Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PW IPM Jawa Tengah periode 2023–2025, dan M.T. Hassan, S.Ag., alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) UMS yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PW IPM Jawa Tengah periode 2021–2023.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, ini menekankan pentingnya membangun integritas sejak dini melalui peran generasi muda. Dalam sambutannya, Ibnu menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab aparat hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda.

“Pemuda harus menjadi teladan integritas, dimulai dari hal-hal kecil yang mencerminkan kejujuran dan tanggung jawab,” ujar Ibnu Basuki.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai struktur dan kewenangan KPK, jenis-jenis tindak pidana korupsi, serta konsep Trisula KPK yaitu tiga strategi utama pemberantasan korupsi yang mencakup pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Peserta juga mengikuti simulasi kasus yang menggambarkan praktik korupsi lintas sektor.

Menurut Rezza Fahlevi, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kesadaran moral dan karakter pemuda, khususnya kader Muhammadiyah, dalam membangun bangsa yang berintegritas.

“Kelas ini membuka pandangan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegak hukum. Integritas dimulai dari diri sendiri dan kebiasaan kecil yang jujur. Bagi kader IPM, nilai kejujuran dan tanggung jawab sudah menjadi bagian dari ideologi pelajar berkemajuan,” jelas Rezza, Senin, (3/11).

Senada dengan itu, M.T. Hassan menilai bahwa kegiatan ini relevan dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang menanamkan nilai-nilai moral dan karakter pada generasi muda.

“Anak muda perlu ruang untuk belajar nilai, bukan hanya hukum. Integritas harus ditanamkan dari hal kecil seperti disiplin waktu dan berani berkata jujur. Dari sana kita membentuk generasi yang tangguh secara moral,” ungkap Hassan.

Sebagai tindak lanjut, kedua kader UMS ini berencana menginisiasi Program Literasi Antikorupsi di Taman Cerdas se-Solo Raya. Program tersebut akan melibatkan anak-anak, remaja, dan mahasiswa untuk belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian sosial melalui pendekatan edukatif dan kreatif.

“Kami ingin semangat antikorupsi tidak berhenti di ruang seminar, tetapi hadir di ruang publik. IPM siap menjadi mitra edukatif untuk menanamkan nilai integritas sejak dini,” tambah Rezza.

Hassan menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi nyata kader UMS dalam memperkuat budaya integritas di masyarakat.

“Generasi muda, khususnya IPM, memiliki tanggung jawab moral sebagai pelopor gerakan pelajar berkemajuan. Melalui pendidikan karakter dan literasi publik, kita bisa membangun generasi yang tahan terhadap godaan korupsi,” ujarnya. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta