ums.ac.id, SURAKARTA – Sebagai wujud implementasi kerja sama internasional di bidang riset dan pendidikan kesehatan, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan School of Pharmacy University of Nottingham Malaysia (UNM), sukses menggelar seminar internasional di Kampus UNM, Selangor, Malaysia, Rabu (12/8/2026).
Wakil Dekan III Fakultas Farmasi UMS Peni Indrayudha, S.F, M.Biotech, Apt, Ph.D. mengatakan seminar ini mengusung tema “Targeting the Tumor Ecosystem: Transcriptional Drivers, Plasticity, and Therapeutic Delivery”. Peni menyebut seminar ini menjadi rangkaian agenda menuju International Cancer Research Symposium (ICRS) 2027.
“Kegiatan ini dihadiri oleh peneliti, akademisi, dan mahasiswa UMS dan UNM, baik secara langsung di lokasi maupun secara daring,” ujar Peni saat dihubungi pada Kamis (13/8/2026).
Peni menjelaskan seminar bergengsi ini menghadirkan sejumlah pakar dari Fakultas Farmasi UMS dan University of Nottingham Inggris. Antara lain pakar biologi molekuler dan farmasi dari Fakultas Farmasi UMS, Febrimarsa, Ph.D; Professor of Cancer Biology & Gene Expression University of Nottingham Inggris Sheela Jayaraman; Professor of Cancer Sciences University of Nottingham Inggris Kevin Gaston.
Febrimarsa membawakan materi bertajuk “A Crossroad between Stemness, Senescence, RNA Methylation, and Protein Ubiquitination”. Sheela Jayaraman memaparkan mekanisme nongenetik pada kanker saluran empedu melalui PRH Oncoprotein dan sinyal faktor pertumbuhan. Sementara Kevin Gaston menjelaskan peran keping darah dalam perkembangan tumor serta potensinya sebagai Trojan Horses untuk pengiriman obat kanker.

Seminar ini, kata Peni, semakin meneguhkan Fakultas Farmasi UMS sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi kefarmasian unggulan di Indonesia. Fakultas Farmasi UMS terus berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset kesehatan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat serta berdaya saing internasional.
Peni berharap kerja sama ini diharapkan dapat terus mendorong kontribusi nyata riset kefarmasian dan biomedis dalam penanganan penyakit kanker di tingkat global.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan dan mengimplementasikan kerja sama riset dan publikasi, visiting professor, dan student mobility dengan sejumlah universitas di tingkat global, termasuk dengan University of Nottingham ini,” imbuh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Farmasi itu optimis.

Dihubungi terpisah, pakar biologi molekuler dan farmasi dari Fakultas Farmasi UMS, Febrimarsa, mengatakan seminar tersebut sangat berarti baginya. Diskusi dalam seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata pada perkembangan terapi melawan kanker.
“Diskusi pemahaman mendalam tentang kanker dalam seminar ini diharapkan menelurkan berbagai inspirasi untuk moda terapi baru dan efektif dalam melawan kanker,” ujar Febrimarsa.
Pertemuan ini, menurutnya, menjadi pemanasan jelang ICRS yang dijadwalkan terselenggara Juli tahun depan. Terlebih UMS direncanakan akan ambil peran sebagai scientific committee dan co-host ICRS 2027. “UMS akan menjadi bagian penting dari gelaran ICRS tahun depan,” pungkasnya. (Gede/Humas)




