Fakultas Geografi UMS Gelar Konferensi Internasional, Bahas Peran Geografi Hadapi Keberlanjutan

ums.ac.id, SURAKARTA – Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar agenda tahunan The International Conference of Geography and Disaster Management (ICGDM) 2025. Konferensi ini termasuk bagian dari rangkaian program konferensi yang disebut International Summit on Science Technology and Humanity (ISETH) 2025 dari UMS.

Dekan Fakultas Geografi UMS Jumadi., M.Sc., Ph.D., menyebut konferensi ini juga berkolaborasi dengan Pusat Studi Lingkungan UMS. Konferensi ini mengundang para calon penulis, akademisi, dan pelaku industri untuk mengirimkan makalah terkait lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, aspek sosial-ekonomi di wilayah tropis, pembangunan wilayah, manajemen bencana di kawasan tropis, serta aplikasi penginderaan jauh dan GIS untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah tropis.

Dekan Fakultas Geografi UMS Jumadi., M.Sc., Ph.D., saat memberikan kata sambutan
Dekan Fakultas Geografi UMS Jumadi., M.Sc., Ph.D., saat memberikan kata sambutan

Empat narasumber utama hadir untuk memberikan pemaparan. Mereka adalah Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. (The Geospatial Information Agency, Indonesia), Associate Professor Dr Gregory Breetzke (University of Pretroria, South Africa), Assoc. Prof. Dr Siti Aekbal Salleh (University Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia) dan Assoc. Prof. Dr. Roshanak Darvishzadeh (University of Twente Netherland). Diundang pula Vidya Nadhiyatul Fikriyah, M.Sc (Candidate Ph.D University of Twente Netherland).

“Sangat menginspirasi melihat begitu banyak pemikir brilian dari seluruh dunia berkumpul dalam satu ruang virtual ini,” ungkap Jumadi, Rabu (19/11).

Jumadi merasa terhormat karena pemakalah dan peserta konferens berasal dari 12 negara. “Karya pionir Anda akan menginspirasi kita semua, dan kami sangat terhormat karena Anda telah memilih untuk berbagi wawasan serta pengalaman berharga bersama kami hari ini,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa keikutsertaan pemakalah sekaligus peserta sebab memiliki semangat yang sama yaitu untuk memahami planet bumi terutama kawasan tropis dinamis yang kita sebut rumah, serta menemukan cara yang lebih cerdas untuk hidup berkelanjutan dan mengelola risiko yang kita hadapi.

Sebagai bagian dari salah satu tema konferens, Assoc. Prof. Dr Siti Aekbal Salleh dari University Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia membahas tentang perubahan iklim dan penggunaan Geographic Information System atau Sistem Informasi Geografis (SIG).

Ia menyebut, keberlanjutan merupakan interaksi manusia dan lingkungan. Kota sebagai ruang dengan infrastruktur, perumahan, perdagangan, lingkungan, dan ekuitas bersaing dalam area yang sama, jejak yang sama.

“Itulah sebabnya tanpa perangkat canggih dan komprehensif, pengambilan keputusan, perencanaan berisiko menjadi reaktif dan terfragmentasi. Kita selalu menghadapi tuntutan yang saling bersaing, keputusan tentang di mana membangun, keputusan tentang di mana membawa, dan bahkan di mana melindungi,” paparnya.

Menurutnya, tanpa bantuan alat semacam SIG, perencanaan menjadi tebakan. SIG hadir untuk menerjemahkan realitas terlihat ke bentuk spasial. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta