ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 28 menggelar sosialisasi dan demonstrasi penanganan kegawatdaruratan pada kasus tersedak dan gigitan ular bagi kader kesehatan Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Purbayan tersebut diikuti 36 peserta, terdiri atas kader kesehatan, kepala desa, pamong desa, serta bidan desa. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat sebelum korban mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.

Ketua KKN UMS Kelompok 28, Farhan Ahnaf Habibie, menyebut bahwa kasus tersedak maupun gigitan ular masih kerap dijumpai di masyarakat. Tersedak banyak terjadi pada balita dan lansia, sedangkan gigitan ular sering dialami warga yang beraktivitas di area persawahan maupun perkebunan. Penanganan awal yang kurang tepat berpotensi menimbulkan komplikasi hingga mengancam keselamatan jiwa.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap kader dapat memahami bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada kasus tersedak dan gigitan ular. Demonstrasi dan praktik juga dilakukan secara langsung agar peserta lebih siap menerapkan penanganan awal yang benar saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya, Selasa, (7/7/2026).

Selama kegiatan, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai pengenalan kondisi kegawatdaruratan, penyebab, tanda dan gejala, serta langkah-langkah pertolongan pertama sesuai prosedur. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami materi sebelum memasuki sesi praktik.
Peserta kemudian mengikuti demonstrasi teknik penanganan tersedak dan gigitan ular menggunakan alat peraga. Mahasiswa KKN memperagakan setiap tahapan penanganan secara sistematis, mulai dari penilaian kondisi korban hingga tindakan awal yang sesuai standar. Setelah itu, peserta diberi kesempatan mempraktikkan langsung teknik yang telah dipelajari dengan pendampingan mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan kader saat sesi materi maupun praktik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik FIK UMS berharap kader kesehatan Desa Purbayan semakin siap memberikan pertolongan pertama yang tepat pada kondisi kegawatdaruratan, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. (Fika/Humas)




