ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Mahasiswa dari program studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta ya (UMS) berhasil membuat inovasi produk pangan berbasis fermentasi yang memanfaatkan limbah ampas tahu menjadi camilan sehat dan renyah bernama Okara Chips.
Tim ini beranggotakan Yusuf Ramdhon Nur, Aura Nur Priyanka R, Aulia Rosidah Husna, Nadya Syafa Kamila, Aprilia Puji Lestari, Ulya Ananda Putri F, Daniar Eka Nur F, Indah Arinal, dan Faizal Reva R.
Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada limbah tahu yang kerap terbuang, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Menurut Ketua Tim, Yusuf Ramdhon Nur, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya limbah ampas tahu yang dihasilkan oleh industri tahu kecil hingga besar.
“Ampas tahu sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti protein, serat, dan mineral. Namun, penggunaannya masih sangat terbatas. Kami ingin memanfaatkan potensi tersebut dengan mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ujarnya Senin, (13/1).
Proses produksi Okara Chips ini, lanjutnya, dimulai dengan fermentasi ampas tahu menggunakan ragi tempe untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizinya. Setelah melalui proses fermentasi, ampas tahu kemudian dikeringkan, diberi bumbu alami, dan digoreng hingga menjadi keripik yang renyah.

Menurut anggota tim lainnya, Aulia, fermentasi tidak hanya memperbaiki tekstur dan rasa ampas tahu, tetapi juga memperpanjang umur simpannya.
“Kami juga melakukan uji coba berbagai rasa, seperti rasa pedas dan barbeque, agar Okara Chips dapat diterima oleh semua kalangan,” tambahnya.
Produk ini telah diuji di laboratorium kampus untuk memastikan kualitas dan keamanannya. Hasilnya, Okara Chips dinyatakan bebas bahan pengawet dan kaya nutrisi, sehingga cocok sebagai camilan sehat, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Dosen Pembimbing, Erma Musbita Tyastuti, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang dihasilkan mahasiswa ini.
“Proyek seperti ini memiliki potensi yang besar jika dikembangkan lagi, dengan membuat variasi rasa bisa menarik minat konsumen,” katanya.
Inovasi Okara Chips ini, lanjut Erma, menjadi bukti bahwa limbah pangan dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi melalui kreativitas dan pengetahuan. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menciptakan inovasi serupa yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (Fika/Humas)




