ums.ac.id, SURAKARTA – Muhammadiyah terus mengampanyekan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai digunakan pada 1 Muharram 1447 Hijriah yang jatuh pada 26 Juni 2025.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. dalam Pengajian Ramadhan 1446 H bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Auditorium Mohammad Djazman, yang dikutip pada Senin (31/3).

“Mulai tahun depan, 1447 Hijriah, Muhammadiyah menggunakan KHGT dalam surat menyurat resmi organisasi,” ujar Syamsul.
Perkumpulan yang didirikan pada tahun 1912 itu telah menetapkan KHGT sebagai sistem penanggalan resmi organisasinya. Gagasan KHGT muncul dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 silam.
Syamsul menyebut empat landasan formil KHGT, yakni Keputusan Muktamar Muhammadiyah Tahun 2015 di Makassar, Keputusan Muktamar Muhammadiyah Tahun 2022 di Surakarta, Putusan Tarjih Tahun 2024 dalam Musyawarah Nasional Tarjih, dan Tanfidz Pengembangan Pedoman Hisab Muhammadiyah KHGT Tahun 2025.
Syamsul mengakui jika KHGT menuai kritik di tengah masyarakat. Namun, ia optimis dengan implementasi KHGT.
Menurutnya, Muhammadiyah memandang penyatuan kalender Hijriah secara internasional sangat penting dilakukan.
KHGT tak hanya menyatukan masyarakat Indonesia di tingkat lokal, tetapi berpotensi mendorong masyarakat global untuk turut menggunakan KHGT.
“Minimal kalau di Indonesia sepakat KHGT, dalam waktu yang sama kita punya peluang mengajak global untuk memakai KHGT,” tegasnya.
Adapun ciri KHGT, antara lain berbasis pada peredaran bulan mengelilingi bumi, bersifat unifikatif, dapat digunakan bersama oleh seluruh umat Islam di dunia, dan berfungsi untuk urusan agama dan dunia.
KHGT memiliki berperan penting dalam menentukan jatuhnya hari-hari besar Islam. Di sisi lain, KHGT memperkuat universalisme risalah Islam dan menyimbolkan kesatuan dalam Islam.
“Global tunggal itu artinya satu hari satu tanggal yang sama di seluruh dunia,” tandas dia. (Gede/Humas)




