Puswirasos UMS Melakukan Pendampingan Bank Sampah di Desa Kertonatan

ums.ac.id, SURAKARTA – Pusat Studi Inovasi, Kewirausahaan dan Kewirausahaan Sosial (Puswirasos) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi pendirian Bank Sampah Rukun Makmur Kertonatan, Kartasura.

Kepala Desa Kertonatan, Winarto, secara resmi membuka Bank Sampah Rukun Makmur di RT 4 RW 2 pada Minggu, (1/12). Peresmian ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat desa. Dalam sambutannya, Winarto menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini.

“Ini adalah bank sampah ketiga di Desa Kertonatan. Harapan kami, fasilitas ini dapat mendukung kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik,” ujar Winarto.

Ketua Pusat Studi Inovasi, Kewirausahaan, dan Kewirausahaan Sosial (Puswirasos UMS), Soepatini, Ph.D., menjelaskan latar belakang dari inisiatif pendampingan ini.

“Persampahan adalah masalah global. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat sebagai produsen sampah juga harus ikut bertanggung jawab. Bank Sampah Rukun Makmur hadir sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mendorong setiap rumah tangga melakukan pemilahan sampah dan menyalurkannya ke bank sampah,” papar Soepatini Senin, (2/12).

Desa Kertonatan ini dipilih, lanjutnya, karena posisinya yang strategis sebagai pintu masuk ke Kartasura dan Sukoharjo serta jaraknya yang cukup jauh dari TPA Sukoharjo. Terlebih lagi karena Kartasura adalah rumah bagi Universitas Muhammadiyah Surakarta, maka peran UMS akan bisa membantu masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

Menurut Soepatini, keberadaan bank sampah di desa ini merupakan ikhtiar untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sukoharjo. Dalam tahap awal, Bank Sampah Rukun Makmur akan berfokus pada penguatan organisasi, mempererat solidaritas anggota, dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Harapan kami, bank sampah ini tidak hanya sustain dan profesional, tetapi juga mampu menghasilkan produk kreatif dari limbah, menjadi sumber pendapatan tambahan bagi nasabah, serta mendorong rumah tangga untuk mencapai zero waste,” imbuhnya.

Ketua Forum Komunikasi Bank Sampah Kartasura (Forbassura), Budi Setyana, S.H., turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyoroti peran strategis Kartasura dalam program kebersihan lingkungan Kabupaten Sukoharjo, khususnya sebagai salah satu titik pantau penghargaan Adipura.

Acara peresmian ini ditutup dengan semangat optimisme dari para peserta untuk mewujudkan Kertonatan sebagai desa yang bersih dan ramah lingkungan. Bank Sampah Rukun Makmur kini menjadi simbol kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup yang lebih baik.(Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta