ums.ac.id, SURAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pertama setelah setengah periode kepengurusan berjalan. Acara yang dihadiri 232 peserta ini menandai konsolidasi besar dalam penguatan kaderisasi Muhammadiyah.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.PA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi luar biasa dari seluruh elemen Muhammadiyah. “Ini menunjukkan semangat luar biasa dari kader Muhammadiyah di seluruh dunia,” ungkapnya, Jum’at (24/10).

Ia menjelaskan perubahan nomenklatur dari Majelis Pendidikan Kader (MPK) menjadi MPKSDI pasca Muktamar Muhammadiyah di Solo tahun 2022 membawa dua fokus utama. Pertama, pembinaan kader untuk mencetak kader-kader dan penggerak Muhammadiyah baru. Menurutnya, MPKSDI dituntut kreatif dalam melahirkan kader dari berbagai jalur, melalui keluarga, ortom, amal usaha, hingga komunitas.
“Kalau pengikut Muhammadiyah banyak juga menggembirakan, tetapi kualitas juga harus ditingkatkan. Sehingga dakwah kita bisa lebih mengakar dan dapat diterima oleh masyarakat secara luas,” jelasnya.
Ia melanjutkan, fokus kedua adalah pembinaan sumber daya insani dengan spektrum lebih luas. Tidak hanya ideologi dan paham Islam Kemuhammadiyahan, tetapi juga peningkatan kompetensi dan profesionalisme kader yang berdiaspora di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, dan pemerintahan.
“Pembinaan terhadap kader-kader yang berdiaspora itu penting untuk dilakukan. Kader yang berdiaspora juga perlu kita lambari dengan paham Muhammadiyah supaya gelombangnya sama,” tegas ketua MPKSDI PP Muhammadiyah itu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam implementasinya, pembinaan kader dilakukan melalui program Darul Arqom, Baitul Arqom, Taruna Melati dan Pelatihan Instruktur yang berjalan secara rutin dan intensif. Ia menyebut dalam mengelola pembinaan dengan baik MPKSDI langsung membentuk Korps Instruktur Perkaderan yang melibatkan seluruh unsur Muhammadiyah
“Kami langsung membentuk Korps Instruktur untuk memfokuskan proses perkaderan sehingga tidak menimbulkan omongan majelis yang tidak terurus,” jelas Bachtiar.
Selain itu, Bachtiar juga menyampaikan, MPKSDI telah menjalin sinergi intensif dengan berbagai majelis lainnya. Sinergi ini dilakukan untuk pembinaan ideologi di amal usaha Muhammadiyah (AUM) seperti Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), rumah sakit, sekolah, dan lainnya.
“Alhamdulillah kesadaran perkaderan AUM ini luar biasa, sehingga kemajuan Muhammadiyah di bidang fasilitas, sarana-prasarana, dan infrastruktur ini menguatkan ideologi, spirit berislam dan bermuhammadiyah,” jelasnya.
Ia melaporkan, MPKSDI mencatat sejumlah kemajuan signifikan dalam setengah periode ini. Salah satu Salah satu terobosan penting adalah digitalisasi perkaderan melalui Learning Management System (LMS) dan dashboard perkaderan.
“Sekarang Pimpinan Pusat bisa melihat berapa kali MPKSDI bersama wilayah melakukan perkaderan, baik di amal usaha, ortom, persyarikatan, bahkan komunitas,” ungkap Bachtiar.
Kemajuan lainnya adalah keberadaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) atas kepercayaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bachtiar mengungkap bahwa fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh kader-kader ortom untuk Baitul Arqom dan Taruna Melati.
Selain aktivisme, lanjutnya, MPKSDI juga melengkapi berbagai pedoman, salah satunya adalah draft reformasi kaderisasi yang menjadi amanat Muktamar Muhammadiyah tahun 2022. Menurutnya, tujuan dari draft ini adalah mengintensifkan perkaderan melalui sekolah kader yang lebih terstruktur dan sistematis.
“Draft ini sudah kami susun dan semoga harapannya perkaderan setelah ini bisa lebih terstruktur dan sistematis,” harap Bachtiar.
Dalam kesempatan tersebut, ketua MPKSDI itu juga mengumumkan nominasi keaktifan persyarikatan dalam perkaderan, di antaranya:
1. Perkaderan Teraktif Persyarikatan Wilayah: Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
2. Perkaderan AUM Teraktif: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Perkaderan Teraktif Kesehatan: RSI Cempaka Putih Jakarta.
3. AUM Peduli Perkaderan: Universitas Muhammadiyah Palembang.
MPKSDI Inovatif: MPKSDI Pimpinan
4. Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).(Zaatuddin/Humas)




